GibranSOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menepis anggapan manuver politik yang mengarah padanya.
Gibran menegaskan pihaknya tidak melakukan manuver apapun. Terutama ada kaitannya dengan politik.
“Wis aku tak meneng (saya akan diam saja). Saya tidak bermanuver. Saya tidak ada di struktur partai. Saya cuma kader biasa,” kata Gibran.
Putra sulung Presiden Joko Widodo ini menegaskan dirinya adalah kader partai. Yang tidak mempunyai pasukan.
“Saya masih kader partai. Tidak punya pasukan. Manuver apa? Saya cuma anak kecil, jangan panik gitu lho ya. Saya anak kecil nggak tahu apa-apa,” tandasnya.
Sebagai kepala daerah, lanjut Gibran ia memperlakukan semua tamu yang datang ke Solo dengan sama.
Semua orang saya terima. Pak Anies Baswedan kita pengajian bareng, Pak Ganjar Pranowo. Yang namanya tuan rumah kan harus begitu,” ungkap Gibran.
Gibran juga mengungkapkan apa yang ia lakukan tidak mewakili ayahnya.
“Saya tidak pernah mewakili ayah saya. Saya mewakili diri saya sendiri. Tidak ada itu jadi kepanjangan tangan bapak saya. Kita punya tugas masing-masing ya. Tidak usah takut dengan saya, tidak perlu panik. Saya tidak punya apa-apa kok,” paparnya.
Ia juga menepis anggapan tidak tegak liris dengan instruksi ketua umum partai.
“Memangnya saya pernah tidak tegak lurus? Saya kan nggak pernah tidak tegak lurus. Orang-orang saja yang ngecap saya pengkhianat, lha apa yang saya lakukan?,” tegasnya lagi.
Orang nomor satu di Solo ini juga mengatakan siap hadir dalam undangan relawan Ganjar Pranowo.
“Kalau diundang pasti saya datang. Kalau ada tugas untuk mengarahkan ya saya bantu untuk mengarahkan,” pungkasnya.








