Gebyar TIFES 2026 Hadirkan Festival 1.000 Soto dan Dolanan Bocah di Solo

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani membuka Festival 1.000 Soto yang menjadi bagian dari rangkaian Gebyar TIFES (Festival Dolanan Bocah) 2026 di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Tipes, Sabtu (31/10/2026) sore. Kegiatan yang digelar Karang Taruna Kelurahan Tipes tersebut memadukan promosi kuliner Nusantara, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pelestarian permainan tradisional.

Festival 1.000 Soto menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia yang memiliki karakter dan cita rasa berbeda di setiap daerah. Selain menjadi daya tarik masyarakat, kuliner juga dinilai memiliki potensi ekonomi kreatif yang dapat membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM lokal.

Astrid mengapresiasi inisiatif Karang Taruna Kelurahan Tipes yang menghadirkan kegiatan berbasis komunitas dengan memadukan potensi ekonomi masyarakat dan pelestarian budaya.

Menurutnya, kegiatan semacam ini berperan penting dalam menggerakkan perekonomian sekaligus memperkuat identitas lokal. Melalui festival, pelaku usaha kecil juga memiliki kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.

“Festival 1.000 Soto ini menjadi ruang yang baik untuk memperkenalkan kekayaan kuliner kita sekaligus memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk semakin dikenal masyarakat. Kuliner bukan hanya soal makanan, tetapi juga bagian dari identitas, tradisi, dan potensi ekonomi yang perlu terus dikembangkan,” ujar Astrid.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan menjadi agenda yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil. Promosi yang lebih luas diharapkan mampu meningkatkan kreativitas sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.

Ajak Anak Kembali Mengenal Dolanan Tradisional

Selain Festival 1.000 Soto, Gebyar TIFES 2026 juga menghadirkan Festival Dolanan Bocah sebagai upaya melestarikan permainan tradisional di tengah perkembangan teknologi digital.

Astrid menilai permainan tradisional memiliki nilai edukasi yang penting bagi tumbuh kembang anak. Melalui dolanan bocah, anak-anak dapat belajar tentang kebersamaan, gotong royong, kejujuran, sportivitas, hingga kreativitas.

Ia mengingatkan agar anak-anak tidak hanya mengenal permainan melalui gawai, tetapi juga mendapatkan kesempatan berinteraksi langsung dengan teman sebaya melalui permainan tradisional.

“Jangan sampai anak-anak kita hanya mengenal permainan melalui gawai. Permainan tradisional perlu terus dikenalkan dan dihidupkan karena di dalamnya terdapat nilai-nilai kebersamaan, interaksi sosial, dan pembentukan karakter. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar warisan budaya kita tetap dikenal oleh generasi berikutnya,” katanya.

Menurut Astrid, kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Kemampuan masyarakat menjaga tradisi serta mempertahankan identitas budaya juga menjadi bagian penting dalam pembangunan kota.

Melalui Gebyar TIFES 2026, Pemerintah Kota Surakarta mendorong keterlibatan komunitas dan generasi muda untuk mengembangkan potensi wilayah. Perpaduan promosi kuliner, pemberdayaan UMKM, dan pelestarian permainan tradisional diharapkan memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan budaya masyarakat Solo.