Dari Masa Pandemi Covid Hingga Tahun 2023, BPKP Selamatkan Uang Negara Hingga 56 Triliun

oleh
oleh
BPKP UNS
BPKP Goes to Campus UNS, Rabu (17/5/2023) | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Pada road show Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) goes to campus Universitas Sebelas Maret (UNS), Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh menyampaikan data kinerja dalam tugas menyelamatkan keuangan negara dan daerah.

Yusuf Ateh menyampaikan selama kurun waktu 3 tahun dari 2020 saat pandemic Covid-19 hingga 2023, BPKP berhasil menyelamatkan uang negara total 56 triliun.

Dengan rincian pada tahun 2020 sebesar Rp 12,91 triliun, pada 2021 sebesar Rp 6,43 triliun, dan Rp 37,01 triliun pada 2022.

Penyelamatan uang negara dan daerah ini, kata Yusuf Ateh tidak lepas dari pengawasan internal yang ketat dalam masing-masing instansi. Untuk itu perlu kolaborasi dan awarnes dari berbagai pihak dari luar BPKP untuk saling mengingatkan dan megawasi.

“Perlu sinergi dan kolaborasi antara pengawas intern dengan akademisi dalam meningkatkan akuntabilitas di sektor publik. Hal tersebut untuk menjawab dinamika permasalahan yang berubah dengan cepat. BPKP perlu masukan dari para akademisi untuk memberikan masukan dari sisi akademis,” jelasnya dalam kegiatan road show BPKP goes to campus, di UNS, Rabu (17/5/2023).

Menurutnya, BPKP siap memberikan masukan dari pengalaman dan kenyataan di lapangan. Begitu juga ketika pihak kampus memberikan masukan kepada BPKP yang akan membuat pengawasan lebih baik lagi ke depannya.

BPKP juga melakukan penghematan pengeluaran negara dan daerah sebesar Rp 76,32 triliun pada 2022. Meningkat dibandingkan 2021 yang hanya sebesar Rp 44,04 triliun. Kenaikan angka penyelamatan keuangan dan penghematan pengeluaran negara dan daerah ini lantaran Presiden memperluas objek pemeriksaan BPKP.

“Semakin luas tugas Presiden kepada kami untuk mengawasi proyek strategis nasional. InsyaAllah proyek-proyek strategis nasional, pembayarannya selalu kami kawal,” ungkap Yusuf Ateh.

Selain proyek strategis nasional, Yusuf Ateh menyebut BPKP juga mengawal akuntabilitas pengelolaan keuangan berbagai pembangunan di Kota Solo. Salah satunya Tower UNS. Sebab BPKP bertugas memastikan pembangunan nasional berjalanan dengan akuntabel, mengamankan keuangan sekaligus aset negara dan daerah.

Sementara itu, Rektor Universitas Sebelas Maret Jamal Wiwoho menyebut, dengan model pengawasan baru di bawah komando Yusuf Ateh, memperlihatkan pengawasan yang paling baik adalah pengawasan intern. Dan sekarang BPKP menjadi mitra pengawasan yang luar biasa.

“Saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan kepada Universitas Sebelas Maret untuk dijadikan tempat untuk mensosialisasikan program-program kerja dan kegiatan dari BPKP yang dilakukan di seluruh Indonesia,” pungkas Jamal.

BPKP Goes to Campus merupakan salah satu bentuk penguatan sinergi kolaborasi pengawasan internal BPKP dengan perguruan tinggi. “Pengawasan Adaptif dan Terpadu untuk Pembangunan Berkelanjutan” menjadi tema yang diusung pada BPKP Goes to Campus tahun ini.

Melalui beragam program pengawasan yang adaptif ini, diharapkan peran dan kehadiran BPKP dapat berdampak nyata dan semakin terasa manfaatnya bagi masyarakat.