SOLO, MettaNEWS – Diusianya yang telah menginjak 63 tahun, Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan (BPK) 45 memiliki tantangan regenerasi penerus.
Didirikan sejak 1960, DPC BPK 45 kini hanya menyisakan 1 pelaku sejarah. Sedangkan 200 anggota lainnya hanya merupakan penerus jiwa semangat kejuangan 45. Yang rata-rata mereka sudah tak muda lagi.
“Regenerasi pasti karena yang jelas jiwa semangat nilai kejuangan 45 kan diawali bahkan sebelum tahun 45 sampai saat ini. Manusia secara alami akan punah untuk itu semangat demikian ini harus dilestarikan pada generasi berikutnya,” ujar Baskoro, Senin (15/5/2023).
Sejatinya DPC BPK 45 diisi oleh veteran yang berjuang memerdekakan Indonesia dari belenggu penjajah. Kendati begitu diperlukan sosok yang akan meneruskan cerita panjang sejarah perjuangan mereka pada masa mendatang.
“Veteran tidak lepas dari peran anak muda. Baik itu veteran perintis kemerdekaan, pejuang kemerdekaan, pembela kemerdekaan ini termasuk generasi penerus,” terang Baskoro.
Baskoro menitip pesan kepada anak muda untuk bisa merespon nilai kejuangan 45. Agar apa yang telah pejuang korbankan dulu tidak lekang oleh waktu.
“Pesan dari kami generasi milenial harus bisa merespon bentuk dan nilai kejuangan 45 seperti apa. Karena kalau tidak disesuaikan perkembangan zaman akan ditinggalkan dari etos kerja semangat belajar toleransi harus bisa direspon generasi penerus,” kata dia.
Sejalan dengan tema HUT ke-63 kali ini DPC BPK 45, Baskoro ingin menggelorakan terus jiwa semangat dan nilai kejuangan 45 sebagai arwah bangsa dalam mencapai cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945.
“Tentunya di ulang tahun ke-63 ini kami ingin menyampaikan pesan moral kepada masyarakat kepada bangsa Indonesia bahwa kita tidak boleh lepas dari nilai kejuangan 45,” tandasnya.








