SOLO, MettaNEWS – Adanya parkir liar di Viaduk Gilingan sisi barat membuat pengerjaan proyek sempat terhambat. Site Manager Penataan Viaduk Gilingan, Niko Herlambang mengatakan seharusnya aktivitas proyek mulai berjalan kembali usai libur Lebaran pada Rabu (26/4/2023).
“Pembukaan harusnya 26 beraktivitas kembali, kemungkinan besar parkir liar tanggal 19-25 karena aktivitas terakhir tanggal 18 tidak ada aktivitas parkir di sisi barat,” ujar Niko kepada MettaNEWS, Kamis (27/4/2023).
Sisi barat Viaduk Gilingan memnag harus steril dari parkir. Hanya sisi timur saya yang bisa untuk kantong parkir pengunjung Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.
“Informasi dari teman-teman lapangan itu sebelum memasuki bulan Ramadan kami dari kontraktor pelaksana dan Dinas Perhubungan PUPR kepolisian rapat. Termasuk perwakilan Masjid Zayed mengenai agenda bulan Ramadan itu apa saja. Waktu itu sisi barat Viaduk tidak kami izinkan untuk parkir hanya sisi timur dan barat itu Tirtonadi,” terangnya.
Adapun sebelumnya lokasi proyek sisi barat hanya untuk akses pejalan kaki saat pelaksaan salat Idul Fitri pada Sabtu (23/4/2023).
“Karena kami memasuki libur Lebaran tanggal 19 sampai 26 April sehingga di lapangan ada Kapolres dan Kasatlantas menginfokan untuk salat Id ada akses pejalan kaki saja akhirnya pekerjaan kami sterilisasi kami pasang pagar pengaman dengan harapan bisa untuk akses tapi dari arah barat ,” jelasnya.
Proyek Viaduk Gilingan Berhenti Sehari
Sayangnya warga malah memanfaatkan pembukaan sisi barat untuk akses pejalan kaki ini justru untuk membuat parkir liar selama libur Lebaran.
“Awalnya untuk mengakomodir pejalan kaki atau pengunjung dari barat ke timur ke zona selatan. Setelah Idul Fitri belum ada kegiatan ini untuk pejalan kaki mungkin dengan pembukaan itu sisi barat. Pengunjung yang mau lewat kendaraannya akhirnya masuk ke lokasi,” tutur Niko.
Pihaknya menyayangkan akan kejadian ini. Terlebih warga juga mematok tarif parkir yang kelewat mahal atau ngepruk harga.
“Tarifnya tidak seragam terkesan merugikan masyarakat juga ada aduan terkait hal itu. Melihat pekerjaan setelah libur mau lanjut lagi sehingga dari Dinas Perhubungan juga ini mengganggu pekerjaan kami,” kata dia.
Terkini sisi barat Viaduk Gilingan telah steril dari parkir kendaraan pengunjung Masjid Zayed usai Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menggelar aksi meninggalkan mobil dinasnya di sana.
“Akhirnya kemarin kami tutup total lagi lebih ke sisi keamanan kami mau beraktivitas kembali kalau itu tidak disterilkan ya berisiko kalau kendaraan sampai parkir di situ berarti saking gedegnya,” tukasnya.
Pantauan MettaNEWS, banyak pengunjung Masjid Zayed yang melewati lahan proyek Viaduk Gilingan dari sisi barat. Para pengunjung ini datang sejak pagi dan terus bertambah hingga petang hari.
Terpisah Wali Kota Solo Gibran memperingatkan warga agar tidak aneh-aneh membuka penutup proyek dan menjadikannya kantong parkir. Sebab lokasi proyek harus tetap steril agar pengunjung tetap aman.
“Aja aneh-aneh ini tu lagi proses konstruksi banyak alat berat fungsinya kami tutup itu ada maksudnya. Jangan dibuka malah dibuat parkir orang-orang luar kota yang nggak tahu jalan ada yang mengarahkan parkir di situ itu salah,” tegasnya.
Gibran menegaskan lokasi proyek Viaduk Gilingan tutup hingga pembangunan selesai pada Mei mendatang. Selama itu, warga Gilingan tidak boleh mengarahkan pengunjung Masjid Raya Sheikh Zayed melewati jalur berbahaya.
“Steril sampai proyek selesai yo iyo to, pengin ketabrak bego pie?. Pengunjung itu nggak tahu apa-apa, mereka itu niate pengin ke masjid salat ibadah kita nggak tahu lewat mana parkir mana. Kalau diarahkan ke situ kesenggol bego ya sakit,” ujarnya.









