SOLO, MettaNEWS – Ratusan umat Katolik berpakaian serba gelap memadati ruangan ibadah Gereja St. Aloysius Mojosongo Solo pada Jumat (7/4/2023).
Sejak pagi sekali umat Katolik mulai berdatangan ke gereja yang beralamatkan di Jalan Rinjani Raya Mojosongo Jebres itu. Mereka datang untuk beribadah sekaligus mengenang pengorbanan Yesus dalam balutan visualisasi Jalan Salib.
Waktu menunjukkan pukul 08.00 WIB, para jemaat mulai mengikuti visualisasi Jalan Salib atau kisah sengsara dan wafat-Nya Yesus. Mulai dari pembacaan tata tertib, pengarahan umat hingga pengantar doa dari frater atau calon romo.
Sesaat kemudian visualisasi Jalan Salib berlangsung dengan varisi atau para pemain berjalan dengan iring-iringan koor akapela dan umat menuju lokasi penyaliban di lapangan gereja.
Shelvyana Rhajani, Pendamping Imam Orang Muda (PIOM) mengatakan ada 14 perhentian dalam visualisasi Jalan Salib ini. Ratusan jemaat tampak menitikan air matanya dalam visualisasi Jalan Salib yang berakhir pada 09.20 WIB itu.
“Lebih pendek dari perhentian 1 sampai 14. Diadili dari start 1 sampai 14. Dalam gereja ada arahan untuk umat, doa pembuka dari frater, diikuti koor penyaliban di halaman parkir mobil,” ujar Shelvy kepada MettaNEWS, Jumat (7/4/2023).
Umat Katolik Bahu Membahu dalam Visualisasi Jalan Salib

Shelvy mengatakan visualisasi Jalan Salib ini merupakan buah kerjasama dengan Gereja Katolik St. Petrus Purwosari Gendengan Solo. Di Solo, hanya ada dua gereja Katolik yang menggelar visualisasi ini.
“Santo Petrus ternyata tahun ini nggak visualisasi. Maka kami dari OMK meminta bantuan pinjam alat seperti salib, baju dan perlengkapan Jalan Salib. Kalau di Solo rayon kota yang mengadakan Jalan Salib sini sama Gereja Katolik San Inigo Dirjodipuran,” ujar dia.
Visualisasi Jalan Salib melibatkan sekitar 50 Orang Muda Katolik (OMK), PIOM, Petrus dan Prodiakon. Untuk menampilkan visualisasi Jalan Salib ini, para varisi mengikuti latihan selama 2 bulan.
“Latihan Februari tapi kalau persiapannya dari Januari kumpul dari teman-teman crew buka oprec pemain. Kebetulan tahun 2020 bulan Juli kami mengadakan ketoprak. Jadi ketika ada visualisasi Jalan Salib sudah ada gambaran yang bisa main peran,” jelasnya.
“Teman-teman yang baru juga banyak. Anak-anak dan remaja juga ikut berperan. Tapi tidak hanya anak muda, Petrus bapak Prodiakon, Pilatus dari DPP (Dewan Pastrol Paroki-red) Yesus PIOM juga ikut,” bebernya.









