Mudik 2023, Imbauan Mudik dengan Sepeda Motor dan Skema Awal Lalulintas Kota Solo

oleh
Mudik 2023
Ilustrasi pemudik dengan mengunakan sepeda Motor | Dok: Istockphoto.com

SOLO, MettaNEWS – Kepolisian Solo larang Kebiasan pemudik yang kerab membawa barang berlebihan disaat mudik 2023 terutama saat mengendarai sepeda motor. Sebab hal ini bisa menjadi salah satu pemicu munculnya kecelakaan lalulintas.

Kasatlantas Polresta Solo Kompol Agung Yudiawan mengatakan meminta para pemudik tetap mematuhi aturan di jalan raya. Terutama barang bawaan.

“Jangan sampai karena membawa barang bawaan melebihi kapasitas dari kendaraan itu sendiri malah menggangu ruang gerak kendaraan,” ujarnya Selasa (4/4/2023).

Iya mengetahui jika budaya masyarakat ketiak mudik ialah membawa buah tangan atau oleh-oleh untuk keluarga di kampung. Namun pihaknya tetap menegaskan untuk tidak membawa secara berlebihan.

“Jangan sampai over. Masyarakat bisa menggunakan jasa ekspedisi. Jadi oleh-olehnya dikirim lewat jasa ekspedisi, sehingga saat perjalanan mudik tidak perlu membawa barang bawaan yang banyak,” jelas Agung.

Lebih lanjut Agung menambah, kebiasaan buruk pemudik sepeda motor adalah membawa penumpang melebihi dari kapasitas kendaraan.

“Ini juga sering kita temukan. Motor, yang dibonceng lebih dari 3 orang. Bapaknya, istrinya, kemudian anak dua sampai tiga. Belum lagi bawa barang bawaan banyak,” ujarnya.

“Jadi harus menghindari hal seperti itu. Masyarakat bisa menggunakan angkutan umum atau angkutan gratis yang tersedia dari pemerintah. Itu lebih bijak. Daripada nyari irit, tapi malah membahayakan diri sendiri,” urai Agung.

Kepolisian berharap, masyarakat yang nanti akan mudik lebaran merasakan rasa gembira, senang, dan juga selamat sampai tempat tujuan. Namun tetap harus mematuhi aturan yang berlaku.

Mudik 2023, Sekema Awal Lalulintas Kota Solo

Dari skema awal mudik 2023 dari Polresta Solo, pihak kepolisian akan membangun enam Pospam di sejumlah titik. Kepolisian membagi tingkat kemacetan menjadi dua prioritas.

“Pertama itu ada di wilayah Gladak. Kita jadikan prioritas satu karena ada tempat-tempat perbelanjaan maupun tempat wisata. Kemudian juga ada event kampung Ramadan sampai hari lebaran nanti. Sehingga potensi arus lalulintasnya kita prediksi tinggi,” ujarnya

Lebih lanjut, titik prioritas satu lainnya ada di wilayah Terminal Tirtonadi, Ngemplak, Palang Balapan dan Simpang Palang Joglo. Yang mana ruas jalan menuju viaduk gilingan masih tutup, sehingga berdampak pada empat titik tersebut.

“Apalagi ada masjid Zayed yang sekarang jadi tempat wisata. Untuk itu akan kita atur skemanya, sehingga yang mau ke masjid terfasilitasi jalannya,” Urai Agung.

Kemudian yang masuk prioritas dua ada di kawasan Banyuanyar. Mengcover kendaraan yang keluar masuk pintu tol Klodran. Kemudian batas kota Jurug.

“Kita juga sudah koodinasi dengan Solo Safari kaitanya dengan parkir bagi pengunjung selama libur lebaran. Karena Solo Safari belum ada lahan parkir dan kemungkinan volume lalulintas akan padat di sana. Jadi ada opsi parkir di UNS dan makam pahlawan Jurug tetapi masih kami kordinasikan,” tukasnya.