Melihat Al Qur’an Raksasa Seberat 40 Kilogram di Masjid Raya Fatimah Solo

oleh
Salah seorang pengurus Masjid Raya Fatimah melihat Al Qur’an raksasa di dalam etalse kaca, Rabu (29/3/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Masjid Raya Fatimah Solo miliki satu koleksi menakjubkan berupa Al Qur’an raksasa. Al Qur’an tersebut miliki ukuran tak biasa yakni panjang 175 centimeter, lebar 115 centimeter dan ketebalan 30 centimeter.

Berada di lantai 2 Masjid Raya Fatimah, kitab suci umat Islam ini ditutup dengan kaca bening. Tak jauh dari lokasi mimbar ukir bermotif Majapahit Kuno. Lengkap dengan rekal atau dudukan ukir bermotif senada.

Menurut penuturan Muhamad Nazim selaku Takmir Masjid Raya Fatimah, Al Quran ini ada saat era Raja Keraton Surakarta, SISKS Paku Buwana X. Yang kemudian SISKS Paku Buwana XII menghibahkan ke pemilik Masjid Raya Fatimah, Santoso Dullah pada tahun 2004.

“Al Qur’an ini pemberian dari Keraton Surakarta Paku Buwana XII. PB X kasihkan sama keluarga Danar Hadi yang punya masjid ini, yang lebih terkenal dengan Haji Santoso Dullah,” ujar Nazim kepada MettaNEWS, Rabu (29/3/2023).

Kitab suci umat Islam raksasa ini miliki berat 40 kilogram. Kertasnya terbuat dari kulit unta dan tertulis tangan dengan tinta javaron emas dari Arab.

“Al Qur’an diciptakan dari PB X, konon Al Qur’an ini usianya 250 tahun itu kulitnya kulit unta, kertasnya sudah kuno banget. Ukurannya 175 centimeter panjangnya, lebarnya 115 centimeter tebal 30 centimeter, beratnya 40 kilogram,. Al Qur an ini hebatnya tulisan tangan nggak cetak digital tinta emas,” terang Nazim.

Lima tahun setelah berada dalam Masjid Raya Fatimah, Qur’an raksasa tersebut akhirnya tertutp dengan kaca. Hal ini guna menjaga Al Qur’an dari kerusakan tingkah jahil pengunjung.

“Dulu nggak pakai kaca karena ada yang mengambil ada yang menyobek buat jimat jadi kita takut kalau jadi musrik maka kita tutup biar aman nggak dicuil orang,” beber dia.

Al Qur’an Raksasa Pemberian PB XII Berusia 250 Tahun

Al qur’an
Al Qur’an raksasa dipajang di Masjid Raya Fatimah Solo, Jumat (29/3/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Dahulu kitab suci umat Islam raksasa ini berguna sebagai mana mestinya saat bulan suci Ramadan atau Nuzulul Qur’an. Namun lantaran usianya yang telah mencapai ratusan tahun. Kertasnya kemudian sulit untuk dibuka per lembarnya.

Maka untuk menghindari kerusakan, kitab suci umat Islam ini kemudian hanya menjadi pajangan saja.

“Al Qur’annya kami baca dulu setiap Nuzulul Qur’an sekarang sudah enggak. Lengkap hurufnya, 30 juz nggak ada yang salah, sudah ada yang menliti dari ahilnya. Kalau kami buka sudah sedikit sulit, agak menempel jadi bukanya pelan-pelan biar nggak rusak,” ujar Nizam.

“Setelah Al Qur’annya ada ke sini nggak lama langsung kami kaca ya 5 tahunan setelah itu setelah banyak yang ziarah kemari,” imbuh dia.

Sekilas kitab suci umat Islam tersebut memang terlihat sangat tua. Hal ini nampak dari warna kertasnya yang coklat dengan potongan tak merata. Meski begitu, tulisannya masih sangat jelas untuk dibaca. Meskipun tanpa perawatan khusus sama sekali.

“Sebelum kami ya kami biarkan saja, tapi kami kontrol, nggak ada suhu ruangan yang harus terjaga, paling kami lihat saja, sudah nggak pernah dibuka lagi, sesudah dibikin kaca,” kata Nazim.

Telah berada dalam Masjid Raya Fatimah selama 18 tahun, Al Qur’an raksasa tersebut tidak pernah pindah dari lokasi awal peletakan.

“Lokasinya dari dulu di sini nggak kemana-mana. Rekal besar penyangga Al Qur’an itu satu paket sama mihrab sejak 2005 sudah ada seperti ini. Ukiran mimbar ini ciri khas Majapahit semuanya kalau orang bilang, masjid kejawen lah. Kalau masjid lainnya nggak ada,” pungaksnya.