Becak di Solo Bakal Jadi Angkutan Wisata

oleh
Program Becak Wisata Solo
Becak-becak konfensional yang berada di Pasar Gede Solo Kamis (23/3/2023) | MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Dinas Perhubungan Kota Solo saat ini tengah merencanakan program Becak yang berada di Kota menjadi angkutan Wisata. Program ini juga untuk menata dan memanagement seluruh becak konfensional yang berada di Solo.

Kabid Lalulintas Dishub Solo Ari Wibowo mengungkapkan pihaknya telah menyelesaikan konsep becak wisata yang sebenarnya, mulai dari titik pemberangkatan dan menuju titik-titik tempat wisata.

” Kita sudah konsep tempat-tempat mana saja yang akan menjadi titik pengunjung. Dan rencananya kita launching usai lebaran 2023 mendatang,” ungkap Ari saat MettaNEWS Konfirmasi Kamis (23/1/2023).

Dengan Management yang pihaknya siapkan akan lebih memberdayakan para tukang becak. Menurut Ari saat ini becak konfensional sudah tidak bisa berkompetisi sebagai angkutan umum.

“Kita berdayakan mereka semua. Contoh yang saat ini kita rencanakan berada di benteng Vastenburg yang menjadi salah satu kantung parkir bus wisata di Solo. Nantinya akan kita tangkap di sana dengan becak,” jelas Ari.

Lebih lanjut Ari menjelaskan, pihaknya akan memanagement dengan menata mulai dari parkiran, sistem dan tarif.

“Satu sistem yaitu sistem antrian dengan kontrol petugas kordinator. Tarifnya nanti kita akan tentukan bersama agar tidak terlalu mahal. Dan tentu ada tarif per-tujuan, seperti benteng Vastenburg meuju Keraton, Kampung Batik Laweyan, Pasar Klewer dan sebagainya.

Nanti akan ada daftar harga menuju tempat wisata mengunakan becak,” jelas Ari.

Program Becak Wisata Solo Proses Pengerjaan

Untuk proses saat ini pihaknya tengah mengecat 12 becak APBD dan 45 dari paguyuban becak. Namun jumbah itu menurutnya belum cukup dan nantinya berencana akan menambah dengan menarik becak-becak konfensional lainnya yang berkum tergabung dalam paguyuban.

“Kalau bisa kita kuatkan ya kita kuatkan becak konfensional.Becak ini merupakan suatu ciri khas kota dan kita harus menerapkan kota ramah kendaraan bermotor,” kata Ari.

Nantinya dishub juga akan memberikan kepada driver becak pemahaman dan tatacara berlalulintas sesuai aturan. Menurutnya becak mengunakan jalan raya merupakan budaya dan kebijakan lokal. Becak juga tidak melalui semua jalan dan nantinya juga akan hanya menuju lokasi wisata saja

“Untuk jalur becak saati ini tentunya bergabung dengan jalur sepeda yang sudah ada, jadi bergabung di situ,” tukasnya.