SOLO, MettaNEWS – Hadir pada malam tirakatan Hari Pers Nasional yang jatuh pada tanggal 8 Februari 2023, KGPH Puger bercerita mengenang sejarah pers Tanah Air.
Putra Raja PB XII ini mengatakan perjalanan pers di Tanah Air sudah lahir dan berkembang sejak zaman kerajaan. Hal ini dibuktikan dengan tulisan-tulisan salah satu artikel pujangga Jawa, Ranggawarsita. Pujangga Ranggawarsita aktif menulis pada periode tahun antara 1845-1873.
“Jadi kalau keraton dulu belum ada Pers. Adanya catatan dengan buku. Banyak buku yang akhirnya menjadi sebuah pengetahuan. Terus munculah Kalawarti Surakarta, itu pers. Tapi Kalawarti yang monoton masih keraton senteris. Jadi isinya semacam pengumuman-pengumuman tentang negara keraton itu di manual kalawartinya, korannya,” kenangnya.
Ia berharap Pers zaman sekarang dapat berkembang. Tanpa meninggalkan sisi klasiknya yang melangkah ke zaman saat ini. Karena Pers ini sifatnya dokumenter. Gusti Puger bercerita zaman dahulu keraton juga mempunyai koran yang bernama Bromatani.
“Bromatani ini koran masa PB IX hingga PB X. Pada saat itu pengisi artikelnya adalah pujangga Ranggawarsita. Namun koran tersebut juga pernah dibredel. Karena artikelnya menghasut rakyat supaya berjuang bela negara. Akhirnya dibredel,” paparnya.
Gusti Puger berharap Pers Indonesia kedepan tetap saja pada posisinya. Harus tetap independent dan tidak membela siapapun. Selain independen, Gusti Puger mengatakan Pers harus menjadi kritik yang membangun. Demi bangsa dan negara dan rakyat.
“Harapan saya memang pers ini menjadi kritik membagun demi bangsa dan negara dan rakyat. Sehingga kita tetap menjaga sebuah etika dalam menyampaikan apapun berita itu pada masyarakat,” tandasnya.
KGPH Puger Soroti Pers di Era Industri
Gusti Puger juga menyoroti perkembangan industry Pers saat ini. Ia menyebut Pers ke arah industri itu wajib.
“Sejak dulu semua tulisan ada iklannya. Bisa sepeda motor, mobil, pesawat, kuliner dan lainnya. Saya membuka dokumen masa lalu itu iklannya luar biasa. Jadi kalau Pers ada iklan itu tidak masalah. Dan harus, tanpa itu tidak hidup. Semua pers zaman dulu juga ada sponsornya,” tegasnya.
Pada malam tirakatan HPN 2023 ini beberapa mitra PWI ikut berkontribusi memberikan dukungan. Salah satunya adalah MakanKU sebagai produk local yang bisa go internasinal.
“Antara Pers dengan industri itu harus saling mengisi. Sehingga usaha apapun Pers bertanggung jawab untuk menyampaikannya. Seperti contohnya MakanKu karena ini produk rakyat,” pungkasnya.
Sementara, pengusaha kuliner dari Solo, Puspo Wardoyo juga mengapresiasi awak media pada HPN 2023 ini.
“Keberadaan Pers ini sangat bermanfaat. Apalagi untuk pengusaha. Pers membuat produk UMKM dan apapun menjadi lebih terkenal secara luas. Kesuksesan saya tak lepas dari peran Pers,” pungkas Founder Wong Solo Grup ini.








