Jelang Imlek, Penjual Mainan Barongsai Pasar Gede Raup Rp 2 Juta Per Hari

oleh
Imlek
Hadi Prayitno (34) menata dagangan barongsai di Pasar Gede Solo, Kamis (12/1/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Selaian pakaian tradisional Tiongkok, mainan barongsai Pasar Gede Solo juga digemari masyarakat jelang Tahun Baru Cina atau perayaan Imlek 2023/2574.

Deretan pedagang barongsai tampak berjajar di kawasan pasar tradisional Jalan RE Martadinata-Jalan Urip Sumoharjo sejak beberapa waktu lalu. Jumlahnya sekitar 100 pedagang.

Salah satu pedagang barongsai, Hadi Prayitno (34) mengatakan mainan barongsai jadi favorit masyarakat tidak hanya dari kalangan Tionghoa saja. 

“2 minggu jualan antusiasnya bagus alhamdulillah jadi rezeki ya adalah. Ya syukur semua kebagian ramainya. Kalau untuk pendapatan tahun ini alhamdulillah harapannya lebih bagus dari pada kemarin kita kan Covid selama 2 tahun tidak ada acara seperti ini,” kata Hadi, Kamis (12/1/2023).

Pedagang barongsai asal Cirebon Jawa Barat ini menjual dua ukuran barongsai. Untuk barongsai besar ia hargai Rp 120.000 dan barongsai ukuran kecil Rp 35.000.

“Tren tahun ini barongsai yang paling banyak favorit, harganya kecil Rp 35.000 dan besar Rp 120.000. Kalau ganong hampir Rp 350.000 asli dari Ponorogo,” ujarnya.

Optimis Raup Untung di Pasar Gede

Setiap harinya Hadi mampu menjual 20 lebih barongsai dengan pendapatan Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.

“Pendapatan sejauh ini ya bagus, ya memang nggak nentu bisa Rp 1 juta sehari kadang lebih bisa sampai Rp 2 juta tergantung rezeki kita. Ini saya juga buka dari pagi sampai 12 malam, stay sampai selesai Imlek saja akhir Januari,” ujarnya.

Setelah satu bulan berjualan di Solo ia bersama 100 pedagang barongsai Cirebon akan berpindah lokasi ke Yogyakarta.

“Setelah ini ke Jogja, kan ada acara Imlek Cap Go Meh di sana,” katanya.

Hadi yakin barongsai miliknya bakal ludes terjual saat perayaan Imlek kian dekat. Di mana perayaan Tahun Baru Cina ini jatuh pada Minggu 22 Januari 2023.

“Yakin habis mudah-mudahan banyak rezekinya karena di Solo kota yang suka jajan jadi identik suka mainan. Makanya saya sama rekan-rekan tiap Tahun Baru Cina jualan kesini. Apalagi kemungkinan besar acaranya lebih ramai,” tukasnya.