SOLO, MettaNEWS – FIFA bakal merenovasi Stadion Manahan dan 4 lapangan pendukung di Kota Solo. Hal ini sebagai persiapan menjelang piala dunia U20 yang akan berlangsung Mei mendatang.
Kepala Dispora Solo, Rini Kusumandari menyebut, renovasi akan mulai tanggal 16 Januari besok. Kelima venue tersebut meliputi Stadion Manahan, Stadion Sriwedari, Lapangan Kota Barat, Sriwaru, dan Banyuanyar.
“Karena Solo menjadi salah satu venue. Kita akan persiapkan, renovasi semua venue,” kata Rini, Rabu (11/1/2023).
Pihak FIFA tengah melakukan inspeksi lanjutan pada setiap venue hari ini Rabu (11/1). Hal ini untuk menentukan bagian-bagian dari venue yang perlu untuk direnovasi. Ini sebagai inspeksi terakhir sebelum penyelenggaraan piala dunia bergulir.
“Kami baru akan melakukan perbaikan setelah inspeksi terakhir. Stadion akan kita tutup selama perbaikan,” terangnya.
Rini mengungkapkan, poin perbaikan ini meliputi rumput, tribun penonton, toilet, penambahan CCTV dan lainya. Namun dari pihak FIFA juga akan menambah poin penyesuaian.
Selain itu, Dispora mengatakan per-Januari hingga Juni 2023 masyarakat tidak bisa menggunakan 5 lapangan tersebut.
“Renovasi itu sampai awal April. April harus steril. Kemudian piala dunia mulai Mei hingga Juni,” tungkasnya.
Terpisah Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyebut bahwa dirinya telah menandatangani dokumen terkait dengan renovasi Stadion Manahan.
“Manahan akan segera renovasi. Semua aktivitas tidak ada bisa di situ. Nanti tak lihat dulu sudah ada timelinenya pengerjaannya. Pengusungnya, kapan saja nanti biar Dispora, tenang wae,” pungkas Gibran.
Catatan Renovasi FIFA di Stadion Manahan Solo dalam Piala Dunia U20
FIFA memberikan beberapa catatan penting dalam proses renovasi di Stadion Manahan Solo. Pemaparan catatan Renovasi ini saat dalam inspeksi terakhir FIFA pada seluruh Venue Piala dunia U20.
Dalam inspeksi tersebut Dispora, PUPR, BUMN, PSSI, dan PLN menyampaikan pekerjaan yang telah berlangsung kepada pohak FIFA.
Dari keterangan Kadispora Solo, Rini Kusumandari mengungkapkan, catatan itu meliputi tribun penonton, rumput, pagar dan akses masuk.
“Harus melepas pagar penghargaan pada tribun. Pengeseran pintu gerbang luar agar sejajar dengan pintu masuk pemain. Untuk rumput selalu terawat. Hanya penyesuaian kecil saja, nggak terlalu banyak,” ungkap Rini.
Selanjutnya dari segi kelistrikan pihak FIFA menginginkan kenaikan daya sebanyak 630 kVA. Hal ini untuk menunjang seluruh beban puncak pemakaian daya listrik.
“Sekarang 555 kilovolt-ampere (kVA) sudah cukup. Tapi kalau semua menggunakan peralatan, lha itu nanti akan membutuhkan listrik 630 kVA,” jelas Rini.
Setelah pemaparan selesai pihak FIFA langsung memantau kondisi lapangan dan wilayah sekitarnya stadion. Kemudian lanjut inspeksi pada lapangan pendukung.








