Kebanjiran hingga Tertimpa Tembok, Pedagang Pasar Tunggulsari Bertahan dalam Was Was

oleh
Pasar Tunggulsari
Atap kios Pasar Tunggulsari Solo rusak parah dan kerap trocoh (bocor) saat hujan, Senin (2/1/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Perasaan was-was selalu menyelimuti setidaknya 200 pedagang yang tetap bertahan di Pasar Tunggulsari Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon Solo yang nampak tak layak ditempati.

Beberapa bangunan rusak seperti atap keropos, genteng pecah, lantai berlubang, talang bocor bahkan tembok yang ambrol jadi pemandangan yang tak biasa ketika berada di pasar ini. Terlebih saat hujan turun, Pasar Tunggulsari berubah menjadi genangan air dan sampah.

Kondisi seperti ini membuat pedagang seringkali memilih tidak berjualan. Hujan yang sewaktu-waktu datang juga kerap kali membuat pedagang secepat mungkin mengemasi dagangannya sebelum basah terkena air hujan dari talang dan atap yang bocor.

Pasar
Kondisi Pasar Tunggulsari, Solo yang rusak parah bagian atap hingga lantai, Senin (2/1/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Belum lagi genangan air yang juga acapkali naik ke permukaan. Membuat dagangan pun ikut basah. Apalagi jika angin kencang tiba-tiba menerpa membuat retakan tembok seringkali jatuh.

Perasaan khawatir akhirnya selalu menyelimuti para pedagang. Seperti halnya yang dirasakan Sri Hastutik (50) pedagang aksesoris yang memiliki los tepat di bawah retakan tembok.

“Takut was-was jadi sering ditinggal nggak duduk di tempat terus, jalan-jalan, kadang temboknya jatuh sendiri. Kadang kita pergi, paling sore pas hujan banyak angin temboknya jatuh, was was sekali itu kan batunya besar itu bongkahannya, menakutkan kalau kita lihat pecahannya, jadi sangat khawatir,” terangnya ketika ditemui MettaNEWS, Senin (2/1/2023).

Wanita yang kerap disapa Tutik itu mengaku dagangannya pernah tertimpa bongkahan tembok.

“Dagangan pernah kejatuhan pas hujan lebat beberapa waktu lalu, pas masih jualan hujan terocoh jatuh semen batunya bongkahan jatuh, makanya tak tinggal,” katanya.

Selama 12 tahun, Tutik setia menempati Pasar Tunggulsari meski kondisi membahyakan keselamatannya. Tutik hanya bisa mengantisipasi agar dirinya tetap selamat saat berjualan dengan melihat cuaca.

“Pas hujan kita pilih tutup nggak jualan saja, ya sewaktu-waktu pas angin aja nggak hujan juga rontok temboknya. Semua sudah bocor, kalau hujan masuk ke tempat-tempat dagangan,” katanya.

Senada, pedagang ayam Giyarni (45) juga khawatir jika kerusakan pasar bertambah parah. Bakul ayam yang sudah berjualan selama 20 tahun itu menuturkan kondisi pasar makin parah saat hujan.

“Parah sudah trocoh, bocor semua, ini becek kalau hujan airnya menggenang, licin.

Depan (pintu masuk) itu kalau mau turun ada yang kepleset di tangganya licin, licin semua,” katanya.

Kondisi semacam itu diakui Giyarni membuatnya merana. Bertahun-tahun menunggu revitalisasi namun tak kunjung pasti.

“Saya merana ini terocoh kabeh mesakne (bocor semua kasihan. Ya mendesak sekali (pembangunannya). Saya berharapnya pasar ini bisa semakin maju,” ujarnya.