Pasar Tunggulsari Kebagian Dana Hibah UEA, Akan Dibangun 2 Lantai Tahun Ini

oleh
Pasar
Kondisi Pasar Tunggulsari, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Senin (2/1/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka berencana merevitalisasi Pasar Tunggulsari di Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon. Rencana revitalisasi akan menggunakan dana hibah Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA). Dari total dana hibah Rp 230 milliar, pasar ini mendapat jatah alokasi pembangunan pada 2023.

Lurah Pasar Tunggulsari, Iwan Yulianto mengatakan, dia mendengar rencana pembangunan dari Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Heru Sunardi.

“Kemungkinan besar revitalisasi pasar insyaAllah tahun ini jadi, tapi untuk secara detail saya nggak bisa menjawab. Yang tahu persisnya Dinas Perdagangan,” kata Iwan kepada MettaNEWS, Senin (2/1/2023).

“Kalau pedagang bilang pembangunan nanti jadi dua lantai. Saat pembangunan, pedagang sementara pindah ke lapangan Losari, kemarin Pak Heru Sunardi yang bilang,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota FX Hadi Rudyatmo pernah akan merevitalisasi Pasat Tunggulsari, namun rencana urung karena Pasar Legi hangus terbakar. Anggaran yang tersedia terpaksa beralih ke pemulihan Pasar Legi. 

Kondisi Pasar Tunggulsari Sekarang

Iwan menyebut, kondisi Pasar Tunggulsari saat ini sangat memprihatinkan. Atap keropos, talang bocor, tembok yang ambrol hingga tanah ambles menjadikan Pasar Tanggulsari butuh revitalisasi segera.

“Kalau pasar tradisional ini mau dibilang seperti apa nggih, ada orang bilang pasar ini cukup ramai tapi banyak yang bilang pasar krempyeng, ramai sesaat di pagi hari. Tapi sebenarnya pengunjung pada senang belanja di sini karena lokasinya bagus dan strategis. Tapi kerusakan pasar yang kita lihat seperti di atap pada keropos, kios juga, jadi ya tidak layak,” jelasnya.

Pasar Tunggulsari dihuni oleh 200-an pedagang baik oprokan, kios maupun los. Untuk itu pihaknya menunggu eksekusi revitalisasi agar semua pedagang bisa berjualan di tempat yang layak.

Pasar Tunggulsari sudah ada sejak 1979, sehingga wajar kondisinya rusak di sana sini. Untuk menutupinya, pengelola pasar merenovasi kecil-kecilan seperti menambal talang dan tembok secara swadaya.

“Ya renovasi kecil itu ada tapi kan ya sifatnya sesaat. Jadi dengan adanya pembangunan ulang ini tentu baik, soalnya untuk menampung 200-an pedagang,” ujarnya.

Iwan pun bersyukur rencana revitalisasi ini kembali mengemuka. Terlebih rencana kali ini menurutnya sangat dekat dengan realisasi, mengingat dana hibah sudah di depan mata.