SOLO, MettaNEWS – Pemerintah telah menyuntik mati channel tv analog (analog switch off) di wilayah layanan Jawa Tengah 1 pada 2 Desember kemarin. Menyikapi hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Solo lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendistribusikan sebanyak 9.265 unit Set Top Box (STB).
Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kota Solo, Heny Ermawati mengatakan distribusi STB tersebut telah dilaksanakan per Senin (5/12/2022).
Kini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kominfo terkait pengajuan unit STB bagi Gakin (keluarga miskin) yang belum menerima. Setidaknya masih ada 13.735 ribu unit dari total pengajuan 23 ribu unit yang belum dibagikan.
“Dari total 23 ribu sisa kekurangannya sedang kita coba mintakan lagi. Nanti seperti apa kelanjutannya,” kata Heny lewat sambungan telepon, Selasa (6/12/2022).
Heny menjelaskan pembagian STB bagi jalur Gakin mengacu pada data Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“STB yang sudah dibagikan oleh Kominfo untuk Gakin kota Solo sejumlah 9.265 unit per hari ini, mengacu data dari Ditjen Dukcapil,” katanya.
Menurut Heny pembagian STB kepada Gakin dilakukan oleh pihak ketiga dari Kominfo. Sehingga Pemkot Solo tidak terlibat dalam pembagian tersebut. Namun, pihaknya tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait kuota sisa STB yang mereka ajukan.
“Itu yang sedang kami koordinasikan, ini kan kegiatan pusat ya, kalau kita mintanya ada 23 ribu,” katanya.
Senada dengan itu, Walikota Solo Gibran Rakabuming mengatakan bahwa target STB yang dibagikan memang 23 ribu. Namun hal tersebut akan dilakukan secara bertahap.
“Bertahap ya (pembagian STB), secepatnya, pokoknya targetnya 23 ribu. Nanti kalau ada warga yang tidak masuk data, yang masih tercecer, nanti saya carikan CSR (Corporate Social Responsibility-red),” ujarnya.
Sebagai informasi CSR merupakan kegiatan perusahaan yang memiliki tanggung jawab secara sosial kepada masyarakat sekitar dan masyarakat secara luas hingga pemangku kepentingan.








