Begini Cara Polisi Mengatur Lalu Lintas Agar Tak Macet saat Pernikahan Kaesang

oleh
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi bersama Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy | Doc : Polda Jateng

SOLO, MettaNEWS – Kepolisian akan siapkan rekayasa lalu lintas dan tim urai dalam rangkaian resepsi ngunduh mantu putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono 11 Desember mendatang. Hal ini dilakukan agar lalu lintas di Kota Solo tetap lancar. dan warga pun dapat menyaksikan rangkaian acara dapat terfasilitasi dengan baik.

Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, polisi tidak akan menutup jalan, kecuali Jalan Slamet Riyadi yang memang pada Minggu pagi selalu ditutup untuk Car Free Day. Justru ruas jalan itu akan digunakan untuk event kirab pengantin dari rumah dinas Wali Kota Loji Gandrung hingga Mangkunegaran, menggunakan kereta kuda dan sejumlah atraksi yang berinteraksi dengan publik.

Misalnya, prosesi Begalan, umumnya dilakukan di dalam gedung. Namun, kali ini akan digelar di Slamet Riyadi, sejumlah peraga dari ISI Solo akan membagi-bagikan perabot rumah tangga ke masyarakat.

Agar kawasan Mangkunegaran tidak macet, polisi juga melarang tamu undangan membawa mobil pribadi. Mereka akan dijemput menggunakan bus di hotel atau titik kumpul yang sudah diatur di dalam undangan.

“Tempat parkir terbatas dan akses jalan sempit, tidak mungkin tamu bisa parkir di kawasan Mangkunegaran. Kami siapkan puluhan bus untuk menjemput undangan, sudah diatur semua,”tandasnya.

Selain itu, Polda Jateng menerjunkan tim khusus untuk mengurai kemacetan lalu lintas, yang diakui berpotensi terjadi di sejumlah titik.

“Tim pengurai ini, akan mendapat pasokan informasi dari Traffic Management Center di Satlantas Polresta. Karena itu, jika ada penumpukan di satu titik, petugas bisa mengarahkan pengendara untuk beralih rute yang lebih lancar,” tandas Iqbal.

Polda Jateng mengerahkan 2.188 personel Polri untuk mengamankan hajat keluarga Presiden Jokowi. Kegiatan pengamanan tidak saja dilakukan di Kota Solo, namun semua Polres di wilayah Surakarta, diperintahkan untuk siaga melalui kegiatan polisi yang ditingkatkan.