AMERIKA, MettaNEWS – CEO Twitter Elon Musk menawarkan amnesti kepada akun-akun yang sebelumnya pernah diblokir. Dengan kata lain, Musk akan memulihkan akun tersebut dengan catatan mereka tidak lagi melanggar hukum atau terlibat dalam spam yang mengerikan.
Sebelum memutuskan ini, penguasa Twitter itu melakukan jajak pendapat di aplikasi berlogo burung itu. Dia mensurvei pengguna apakah Twitter harus menawarkan amnesti kepada akun yang pernah dilarang.
Dilansir Tek.id, dari hasil jajak pendapat itu lebih dari 72 persen partisipan setuju dengan keinginan Musk. Sebelumnya Musk juga mulai mengaktifkan kembali akun Twitter dari tokoh-tokoh kontroversial seperti Donald Trump, Kanye West Kathy Griffin, Jordan Peterson dan Andrew Tate. Juga media The Babylon Bee.
Setelah drama politik yang membuatnya diusir dari platform, akun @realDonaldTrump akhirnya diaktifkan kembali, namun sampai saat ini dia belum membuat tweet apapun.
Selain Trump, Musk juga melakukan hal yang sama pada akun komedian Kathy Griffin, provokator sayap kanan Jordan Peterson, dan situs web satir konservatif Babylon Bee.
Terlepas dari itu, Twitter dilaporkan telah memecat 50 atau lebih lebih insinyur tanpa pemberitahuan. Dilansir dari Engadget (25/11), mereka diberhentikan setelah perusahaan memulai program tinjauan kode, di mana para insinyur diminta untuk menyerahkan sampel pekerjaan mereka setiap minggu.
Lusinan insinyur yang kodenya “tidak memuaskan” dipecat melalui email pada malam sebelum Thanksgiving, menurut Alex Heath dari The Verge. Sementara yang lain menerima peringatan tentang kinerja mereka.
Para insinyur yang dipecat itu kabarnya ditawari uang pesangon selama empat minggu jika mereka menandatangani perjanjian pemisahan dan mengesampingkan klaim apapun terhadap Twitter. Di samping itu, Musk meminta karyawan yang tersisa untuk berkomitmen pada visinya untuk Twitter 2.0.








