Liga 1 Bakal Kembali Bergulir dengan Sistem Bubble, Gibran : Daripada Ora Mulai-mulai

oleh
Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka usai kirab Obor api mrapen Pospenas IX 2022 di Solo (22/11/22) | MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Perhelatan Liga 1 diperkirakan akan kembali bergulir di awal Desember mendatang. Hal tersebut diungkapkan Walikota Solo Gibran Rakabuming ketika ditemui di Balaikota Solo, Senin (28/11/2022).

Pihaknya mengatakan bahwa ada kemungkinan kasta liga tertinggi Indonesia tersebut dimulai pada 5 Desember mendatang.

“Tanggal 5 Desemberiya kan? Kemungkinan tanpa penonton, nanti tanya ke Kevin (bos Persis) ya,” kata Gibran.

Selain itu, meski liga akan kembali bergulir sistem pertandingannya akan menggunakan Bubble. Menurut Gibran meski hal tersebut merugikan klub namun ia memandang lebih baik liga berjalan dulu.

“Ha, daripada ora mulai-mulai ya,” terangnya.

Sementara itu, sisa pertandingan putaran pertama Liga 1 direncanakan akan dipusatkan di Jateng-DIY menggunakan sistem bubble.

Di dunia olahraga, sistem bubble (gelembung) adalah sistem yang dirancang untuk membatasi kontak para pelaku olahraga dengan orang luar.

Sistem bubble biasanya diterapkan pada turnamen atau kejuaraan yang digelar secara terpusat di suatu tempat.

Rencananya pertandingan akan digelar di Stadion Jatidiri Semarang, Stadion Moch Soebroto Magelang, Stadion Maguwoharjo Sleman, dan Stadion Sultan Agung Bantul.

Sejatinya, sistem bubble bisa dibilang tidak menguntungkan seluruh klub. Hal tersebut mengingat jalannya pertandingan akan seperti Piala Menpora 2021 tanpa ada dukungan suporter.

“Untuk putaran pertama mungkin tidak ada masalah, karena PT LIB mengejar target untuk bisa selesai (liga segera berjalan),” kata asisten pelatih Persis Solo, Rasiman.

Rasiman menilai jika pertandingan dilangsungkan dengan sistem seperti semula pihak LIB perlu dilakukan analisis lebih dalam. Khususnya untuk menutup sisa pertandingan selama liga dibekukan.

“Kalau langsung dengan sistem home-away, mereka (PT LIB) mungkin perlu menganalisis beberapa persoalan. Jadwalnya pun tak mungkin bisa main (back-to-back match,),” tuturnya.