JAKARTA, MettaNEWS – Pemerintah Kabupaten Cianjur menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 30 hari mulai Selasa (21/11/2022). Pemerintah menjanjikan akan membantu warga membangun kembali rumahnya yang rusak ringan, sedang hingga berat.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto di lokasi bencana menyebut, sejak semalam Tim Reaksi Cepat telah mendirikan 47 tenda untuk pengungsi. Mereka juga membawa uang tunai Rp 500 juta untuk memenuhi logistik berupa bahan makanan dan barang kebutuhan utama lainnya.
Kondisi saat ini, sebagian masyarakat mendirikan tenda di halaman rumah masing-masing. BNPB mengimbau kepada masyarakat jika kondisi rumahnya terdampak gempa, dapat mengungsi di tempat pengungsian yang telah disediakan.
Suharyanto menjelaskan, pemerintah akan membantu memperbaiki rumah warga yang alami kerusakan berat, sedang maupun ringan akan diberikan bantuan dari pemerintah.
“Gempa sudah terjadi, tidak ada satu kekuatan yang bisa menghindari kapan terajdinya bencana, yang pasti setelah terjadi bencana bagaimana upaya-upaya kita secara sinergi, soliditas dan sungguh-sungguh agar penanganan bencana dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” pungkas Suharyanto.
Hingga Selasa pagi, update data bencana gempa bumi M 5.6 dari BPBD Kabupaten Cianjur, korban meninggal dunia 62 jiwa, 92 orang luka-luka dan 5.405 warga mengungsi ke beberapa titik. Kerugian infrastruktur 3.257 unit rumah alami kerusakan.
Data ini berbeda jauh dengan yang disebutkan Gubernur Ridwan Kamil semalam yang menyebut korban tewas 162 orang.
Untuk wilayah Kabupaten Bandung satu orang menderita luka sedang dan satu kepala keluarga / lima jiwa terdampak. Kemudian Kabupaten Sukabumi sebanyak 641 kepala keluarga terdampak, delapan diantaranya mengungsi, tercatat satu orang luka berat dan sembilan orang luka ringan. Dilaporlan 641 unit rumah alami kerusakan.
Sementara itu Kabupaten Bogor dilaporkan sebanyak 19 KK / 78 jiwa terdampak, empat diantaranya mengungsi dan dua orang alami luka ringan. Lima belas unit rumah alami rusak ringan dan lima unit rumah alami rusak sedang.







