Jadi Tuan Rumah KTT G20, Indonesia Kantongi Rp 311 Triliun untuk Energi Bersih

oleh
Jokowi Joe Biden
Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di The Apurva Kempinski Bali, Senin, 14 November 2022. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

NUSA DUA, MettaNEWS – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar di Bali Indonesia membawa angin segar bagi si tuan rumah. Pasalnya Indonesia mendapatkan pendanaan 20 miliar dollar AS  atau senilai Rp 311 triliun untuk bertransisi energi dan mengembangkan energi bersih.

Pengumuman tersebut disampaikan Presiden AS Joe Biden dalam pidatonya di KTT G20 Nusa Dua, Bali, Indonesia, Selasa (15/11/2022).

Biden mengatakan, upaya tersebut merupakan hasil kerja Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ). GFANZ merupakan koalisi lembaga keuangan terbesar di dunia yang berkomitmen untuk mentransisikan ekonomi global ke nol emisi.

“Bersama-sama, kami berharap untuk memobilisasi 20 miliar dollar AS untuk mendukung upaya Indonesia mengurangi emisi dan mengembangkan energi terbarukan,” kata Biden.

Dana tersebut termasuk juga bisa dimanfaatkan untuk para pekerja yang yang paling terpengaruh akibat transisi energi.

“20 miliar dollar AS dari sejumlah negara dan beberapa institusi keuangan terkemuka akan mempercepat transisi energi yang ambisius yang berdampak terhadap global,” ujar Biden.

Sebelumnya Biden dan Presiden Jokowi telah melakukan pertemuan di The Apurva Kempinski Bali pada Senin, (14/11/2022) lalu. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi berharap agar KTT G20 dapat mengasilkan kerja sama yang konkret.

“Saya berharap KTT G20 ini akan dapat menghasilkan kerja sama konkret yang dapat membantu dunia dalam pemulihan ekonomi global,” ucap Presiden Jokowi.

Baca Juga Presiden Jokowi Akan Pamerkan Pengelolaan Mangrove di Bali ke Peserta KTT G20

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan isu lain yaitu pentingnya kerja sama Indo-Pacific Economic Framework (IPEF). Indonesia berkomitmen untuk memberikan dukungan dan berpratisipasi penuh pada IPEF.

“Bagi Indonesia, kerja sama konkret selalu menjadi acuan. Saya akan tugaskan Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia untuk terus menindaklanjuti kerja sama IPEF ini,” kata Presiden.

Sementara, terkait Indo-Pasifik, Presiden Jokowi menggarisbawahi pentingnya masalah keamanan untuk dibahas. Namun, menurut Presiden, kerja sama ekonomi Indo-Pasifik juga tidak kalah penting dan perlu terus diperkuat.

“Kemitraan Indonesia, ASEAN dengan Amerika Serikat untuk membangun kemakmuran di Indo-Pasifik perlu terus diperkuat,” kata Presiden.

Presiden menambahkan, sebagai Ketua ASEAN, tahun depan Indonesia akan mengadakan Indo-Pacific Infrastructure Forum yang merupakan salah satu implementasi konsep ASEAN Outlook on the Indo Pacific (AOIP).

“Saya sangat berharap AS dapat berpartisipasi dalam forum tersebut sebagai wujud dukungan AS terhadap AOIP,” jelas Presiden.