SOLO, MettaNEWS – Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan FX Hadi Rudyatmo mengaku belum mengetahui hasil penjaringan bakal calon legislatif (bacaleg) tingkat DPR RI yang diikutinya.
Saat ditemui di kediamannya di Pucangsawit Solo, mantan Wali Kota Solo tersebut juga menyinggung soal calon lain yang merupakan TKPK (Tenaga Kerja yang diangkat dengan sebuah perjanjian kerja antara tenaga kerja yang bersangkutan dengan Kepala SKPD).
“Belum ada hasil Bacaleg nanti dikasih tahu, tesnya juga online, ada TKPK yang ikut, TKPK bukan ASN bukan TNI Polri tapikan tenaga kerja kontrak jumlahnya sekitar tiga atau empat TKPK,” kata Rudy, Minggu (23/10/2022).
Rudy menilai TKPK yang ikut dalam penjaringan Bacaleg harus tertib mengikuti aturan. Yakni rela melepas jabatan yang ia emban jika lolos dalam penjaringan.
“Seumpama masuk (penjaringan Bacaleg) ya milih salah satu mau TKPK dilanjut atau mau mereka bisa saja to ikut untuk mencari pengalaman,“ terangnya.
Sebelumnya, Rudy juga mengikuti tahapan-tahapan penjaringan salah satunya adalah psikotes yang diadakan oleh DPP PDI Perjuangan secara serentak. Untuk Kota Solo, psikotes dilakukan secara online, Selasa (18/10/2022) di gedung Delima Sekarpace Jebres.
“Ya saya manut ketua umum. Harus tegak lurus. Ditugaskan ikut penjaringan ya ikut. ya namanya petugas partai harus nurut kata ketua umum (Megawati Soekarnoputri),” tegas Rudy ketika ditemui di sela-sela pelaksanaan psikotes kolektif, Selasa (18/10/2022).
Menurut Rudy meskipun kader yang mengikuti psikotes ini sudah pernah ataupun tengah menjabat sebagai petugas legislatif tidak menutup kemungkinan bisa tidak lolos. Sebab hal tersebut bergantung pada evaluasi.
“Bisa jadi, tergantung nanti evaluasi. Evaluasi hasil dari komisi kemarin, hasil dari rangkuman dari fraksi. Apakah selama menjadi petugas legislatif itu aktif mengikuti kegiatan fraksi, mau memberikan pendapat atau tidak kan ada nanti, sering mengikuti sidang sidang komisi apa tidak , rapat-rapat komisi, atau sidang-sidang paripurna dan sebagainya ada itu nanti. Kinerjanya juga menjadi bahan pertimbangan selain tes,” paparnya.
Selain psikotes, Rudy menjelaskan masih ada rangkaian tes lainnya seperti wawancara yang menurutnya berisi pertanyaan menjebak.
“Psikotes ini kan dari pikiran mereka masing-masing. Tapi kan sudah kita bekali jadi kader itu harus punya prinsip, punya sikap dan komitmen, pasti bisa garap itu. Ya kalau gak punya prinsip gak punya sikap di PDI perjuangan pasti gak bisa jawab,” unar Rudy.
Sementara itu, bagi anggota legislatif yang sudah lebih dari 3 kali menjabat harus mendapat rekomendasi dari pusat. Untuk itu ia meminta masukan dari pusat terkait
karakter kader, sikap, perilaku calon Bacaleg yang ikut serta. Ketika disinggung persiapan apa yang dilakukan, Rudy menjawab dengan santai.
“Ya saya nanti diminta masukan oleh pusat. Masukan bagaimana karakter kader, sikap, perilakunya seperti apa. Itu nanti kita sampaikan juga ke sana. Persiapan ke mana? Saya persiapannya wes kayak gini wae. Dicalonkan ya mangkat gak ya tetap PDI perjuangan gitu saja,” pungkasnya.








