SOLO, MettaNEWS – Tak kurang dari seribu orang mahasiswa dari berbagai elemen di Kota Solo dan Sukoharjo, menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Solo, Kamis (8/9/2022). Mereka mengajukan 4 tuntutan yang tertuang dalam sebuah nota kesepakatan.
Nota kesepakatan itu ditandatangani oleh perwakilan 12 elemen mahasiswa dan pimpinan DPRD Solo. Dibubuhi materai, surat itu memuat empat butir tuntutan untuk disampaikan ke pemerintah pusat, sebagai berikut:
- Menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. BBM bersubsidi naik akan membawa kenaikan harga pangan yang dapat menyengsarakan rakyat kecil.
- Memerintah pemerintah menyediakan dan mengendalikan harga bahan pokok.
- Menunda Proyek Strategi Nasional.
- Menuntut pemerintah merivisi pasal-pasal karet dalam RKHUP.
Sebelum membubarkan diri, massa mahasiswa menyatakan akan menyiapkan aksi selanjutnya, jika dalam waktu 2×24 jam pemerintah tidak memberikan respons terhadap tuntutan mereka.
Ketua II DPRD Kota Solo, Achmad Sapari kepada wartawan menyebutkan, pihaknya akan mengakomodasi suara dari mahasiswa itu hingga ke pusat.
“Sudah menjadi tugas kami, wajib mendengar dan menyampaikan aspirasi warga masyarakat, ini akan kami sampaikan ke pusat,” ujarnya seusai aksi.








