SOLO, MettaNEWS – Pengerjaan revitalisasi Taman Balekambang dimulai pekan depan. Penandatangan megaproyek senilai Rp 154 miliar itu juga telah dilakukan dengan pemenang lelang yakni PT PP pada Jumat (22/8/2022) lalu.
TU Balekambang, Nina Herlina mengatakan pada tahap awal pembongkaran dimulai di area belakang taman. Proyek multiyears hingga tahun 2023 ini terbagi menjadi tiga tahapan pembangunan.
“Tahap awal pembongkaran dari belakang dari reptil, Kolam Partini, Tirtomoyo Manahan, sampai Kolam Keceh sama musala dan sebagainya perbaruan pembangunan balai apung dan (Bale) Tirtayasa, ada tiga tahap pembangunan,” kata Nina saat ditemui MettaNEWS di kantor Taman Balekambang, Rabu (31/8/2022).
Namun secara detailnya, Nina menyebut pada Jumat (2/8/2022) pihaknya baru akan melakukan rapat koordinasi pengerjaan teknis.
“Rapat koordinasi pengerjaan teknis, nanti di sini di Gedung Kesenian Balekambang, nanti kita mengerahkan dari perencanaan sama pemborong dan KSO-nya rapat nanti semua rawuh di sini untuk rapat persiapan pembongkaran dan pembangunannya,” terangnya.
Pada rapat koordinasi nantinya para stakeholder akan menbahas persiapan kantor yang akan ditempati selama revitalisasi berlangsung. Dikatakan Nina, selama revotalisasi tahap satu, Taman Balekambang masih buka seperti biasa.
“Kalau kita sebenarnya sudah memang tidak tutup total pada tahun ini, karena kita pengerjaannya paket, jadi multiyears, bertahap dari belakang dulu kita mengoptimalkan lahan depan, jadi mungkin untuk acara-acara besar masih mungkin dipakai, tetapi untuk acara besar kita harus koordinasi,” terang Nina.
Pada tahap satu revitalisasi akan dimulai pada bulan ini hingga bulan Desember 2022 dengan anggaran Rp 19 miliar.
“Pengunjung tetep kelihatannya nanti kita lihat perkembangannya juga, kalau nanti ganggu untuk proyek ya kita izin ke Pak Wali untuk penutupan. Karena kita kemarin bilang bertahap untuk buka tutup, tetapi kondisi lapangannya ditutup untuk pembangunan,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala UPT Kawasan Wisata Taman Balekambang Solo, Sumeh, mengatakan revitalisasi juga menjangkau aset Taman Balekambang lainnya seperti meteor yang berada tak jauh dari kolam. Saat Terminal Tirtonadi dibangun pada 2020 lalu batu meteor tersebut dipindah ke Taman Balekambang.
“Bale Tirtayasa semua direvitalisasi termasuk kolam renang, batu meteor salah satu aset Balekambang ada 2 batu meteor satu disebelah utara kolam yang satunya ada di Taman Kelinci,“ kata Sumeh.
Area lain yang tak luput dari sasaran revitalisasi yakni panggung yang kerap digunakan untuk event.
“Panggung ada sedikit perubahan tapi secara umum masih tetap, perubahan untuk gedung kesenian dan juga untuk salin (ruang ganti) dibongkar menjadi yang lebih bagus gedungnya, hampir melingkar,” jelasnya.
Punya wajah baru skybride JICC
Salah satu wajah baru revitaliasi ialah Skybride JICC. Tempat ini merupakan gedung pengolala Taman Balekambang yang digunakan untuk UMKM bernaung. Namun secara kapasitas, pihaknya belum dapat menjelaskan secara detail. Pihaknya berharap usai revitalisasi dilakukan, Taman Balekambang akan menjadi taman terbagus se-Asia Tenggara. Sehingga pihaknya meminta dukungan dadi masyarakat untuk dapat bekerjasama dari hal-hal sederhana.
“Jadi mangga masyarakat Solo dan sekitarnya dan juga masyarakat Indonesia mari kira dukung revitalisasi ini dengan kita ikut membantu mengiringi barangkali juga yang berkunjung kesini ikut menbantu dengan membersihkan sampah, menaruh sampah ditempatnya kemudian ikut merawat jangan diserahkan ke kami saja tapi ada kepedulian bersama,” tutupnya.








