Balefest 2025 Hadir Pertama Kalinya di Taman Balekambang, Suguhkan Ramayana, Konser Musik, hingga Pesta Kembang Api

oleh
oleh
Panitia Balefest 2025 akan menghadirkan line up pengisi acara yang menghibur seluruh penonton | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Untuk pertama kalinya, Balefest 2025 akan digelar pada 29–31 Desember 2025 dan 1 Januari 2026, di Taman Balekambang Solo dan direncanakan menjadi agenda tahunan.

Ketua Panitia Balefest 2025, Nurudin Aji Broto, menyampaikan bahwa festival ini menjadi alternatif perayaan tahun baru guna memecah keramaian yang selama ini terpusat di kawasan Balaikota atau Jalan Slamet Riyadi.

“Rangkaian Balefest 2025 diawali pada 29 Desember dengan soft opening berupa penampilan band lokal dan pembukaan pasar UMKM yang menampilkan kerajinan tangan dari pelaku usaha lokal,” tutur Aji pada pers conference bersama media, Senin (8/12/2025) di Losso Kitchen & Galery.

Aji mengatakan audiensi dengan Wali Kota Solo dan unsur budaya telah dilakukan, sehingga kegiatan ini tidak hanya bernuansa hiburan tetapi juga mendukung UMKM serta pelaku seni.

Tanggal 30 Desember menjadi hari penuh nuansa budaya. Penampilan Kidung Aksara dari SMKN 8, Kidung Riang yang membawakan karya-karya Koes Plus, dan Bengawan Solo Orkestra akan menghibur pengunjung sebelum pementasan utama, yaitu Sendratari Ramayana Full Story.

“Para pemain sendratari tersebut merupakan penari berpengalaman yang sebelumnya pernah tampil di Candi Prambanan,” jelas Aji.

Aji memastikan Balefest 2025 juga menampilkan sejumlah kelompok seni dari kalangan pelajar dan penyandang disabilitas, seperti SMKN 8 Solo, YPAC, dan SMA Negeri 1.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Taman Balekambang ramah disabilitas dan Solo adalah kota inklusif. Kami tampilkan karya dari siswa disabilitas sebagai bentuk penghormatan,” jelas Aji.

Memasuki 31 Desember, acara dibuka resmi oleh Wali Kota Solo Respati Ardi. Sejumlah pertunjukan tradisi seperti reog obyokan dan Reog Garapan Full Story turut meramaikan pagi hari. Aji menegaskan bahwa setengah dari seluruh rangkaian acara bersifat nonkomersial demi kontribusi bagi kota Solo.

Puncak perayaan tahun baru digelar pada malam hari di panggung utama dengan tiket masuk Rp35.000. Pengunjung akan disuguhkan konser musik dari The Solo Doctor, grup musik humor Pecas Ndahe, serta Orkes Melayu Himawan yang menggandeng Silvy Kumalasari sebagai pengisi acara. Pergantian tahun akan ditandai dengan pesta kembang api selama 15 menit.

Berlanjut ke 1 Januari 2026, Balefest menghadirkan workshop kerajinan khas Laweyan serta workshop pembuatan jamu sebagai pembuka awal tahun yang edukatif. Aji menambahkan bahwa festival ini terbuka untuk umum dan pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk reguler Taman Balekambang seharga Rp5.000. Untuk pertunjukan berbayar, tiket sendratari Ramayana dibanderol Rp50.000, sementara tiket konser malam tahun baru Rp35.000. Seluruh tiket khusus dapat dibeli melalui platform Artatix atau melalui laman resmi https://artatix.co.id/.

“Dengan rangkaian acara budaya, musik, UMKM, dan inklusi sosial, Balefest 2025 diharapkan mampu mengangkat citra Taman Balekambang sekaligus memperkokoh posisi Solo sebagai kota seni dan budaya yang ramah bagi semua kalangan,” tegas Aji.