Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani Apresiasi Sendratari Candra Purnama, Kisah Klasik Lintas Generasi

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menonton pagelaran Sendratari Candra Purnama Ramayana yang digelar di Amphiteater Taman Balekambang, Solo, Jumat malam (12/12/2025).

Hadir bersama suami dan anak-anaknya, Astrid menyaksikan pementasan dari awal hingga akhir di tengah antusiasme ratusan penonton yang memadati tribun amphiteater.

Sendratari Candra Purnama Ramayana menyuguhkan perpaduan seni tari dan teater dengan latar cahaya bulan purnama, mengangkat kisah cinta, kesetiaan, dan pengorbanan dalam epos Ramayana.

Pertunjukan yang diproduseri MoiArt Production ini merupakan garapan Moko Dance Studio dengan pendekatan artistik yang segar dan komunikatif.

Kisah dimulai dari perjalanan hidup dua ksatria muda, Kusya dan Lawa, yang tumbuh besar di tengah hutan di bawah asuhan seorang pertapa agung. Keduanya mewarisi keberanian Rama dan keteguhan Shinta, namun hidup jauh dari kemewahan istana dan tidak mengetahui jati diri mereka sebagai pewaris takhta Ayodya. Alur cerita dikemas dengan narasi yang mengalir, menghadirkan adegan-adegan dramatis sekaligus humor yang mengundang tawa penonton.

Pementasan ini dipersiapkan dengan memadukan unsur tari tradisional wayang wong dan dinamika teater modern. Inovasi koreografi serta improvisasi panggung membuat kisah Ramayana terasa hidup dan relevan, sekaligus mampu menjaga fokus penonton sepanjang pertunjukan di ruang terbuka.

Usai pementasan, Astrid Widayani menyempatkan diri naik ke atas panggung untuk memberikan ucapan selamat dan berfoto bersama seluruh pemeran. Ia mengapresiasi semangat serta kreativitas para pelaku seni yang terus berinovasi dalam menyampaikan kisah klasik agar dapat dinikmati lintas generasi.

“Saya sangat mengapresiasi kreativitas dan semangat para pelaku seni yang telah menyuguhkan kisah Ramayana dengan cara yang berbeda—bukan hanya lawas, tetapi penuh inovasi sehingga semua umur dapat menikmatinya bersama keluarga,” kata Astrid.

Menurutnya, pertunjukan tersebut tidak sekadar menampilkan cerita klasik, tetapi juga menghadirkan pembaruan dalam koreografi dan tata panggung yang membuat penonton larut dari awal hingga akhir. Tepuk tangan dan tawa spontan kerap terdengar di beberapa adegan, menambah hangatnya suasana malam di amphiteater yang menyatu dengan alam.

Sendratari Candra Purnama Ramayana digelar di Amphiteater Taman Balekambang, Jalan Balekambang No.1, Manahan, Kota Surakarta. Pertunjukan ini menjadi salah satu daya tarik seni budaya di kawasan Taman Balekambang yang telah direvitalisasi dan kini semakin representatif sebagai ruang ekspresi seni sekaligus destinasi wisata budaya Kota Solo.