Kali Pepe Land Jembatan Berkah Lewat Pasar Tumpah

oleh
oleh
Pasar tumpah Kali Pepe Land ramai pengunjung | Metta NEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Wahana wisata baru, Kali Pepe Land memberi multiplier efek perekonomian bagi masyarakat. Kali Pepe Land yang terletak di Banaran, Gagaksipat Kecamatan Ngemplak Boyolali ini menggandeng warga sekitar untuk lebih berdaya secara ekonomi. 

Setiap hari Minggu dari pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, puluhan UMKM membawa dagangannya untuk meramaikan kegiatan rekreasi sederhana bersama keluarga di Pasar Tumpah Kali Pepe Land.

Seperti pelaku UMKM yang ikut mengadu untung di Pasar Tumpah Kali Pepe Land, Agus Setyawan. Warga Andong Boyolali berusia 32 tahun ini mencoba peruntungan lebih dengan berjualan makanan tradisional Lenjongan. 

“Saya mulai buka dasar di Pasar Tumpah Kali Pepe Land ini dari awal, sudah 6 mingguan ini. Saya tahu ada pasar tumpah ini dari salah satu karyawan di sini. Saya daftar ke admin dan di masukin ke grup,” tutur Agus ketika ditemui di Pasar Tumpah Kali Pepe Land, Minggu (29/8/2022). 

Agus sudah menggeluti usaha ini sejak 5 tahun yang lalu dengan berjualan di Pasar Kleco. Dengan berjualan di Pasar Tumpah Kali Pepe Land Agus mengaku mendapat lebih banyak untung bila dibandingkan sehari-hari berjualan di Pasar.

“Pembelinya lebih banyak di sini. Di sini rata-rata laku 100 sampai 150 an bungkus. Kalau sehari-hari biasanya laku 50 an bungkus, tidak sampai 100 bungkus,” terang Agus. 

Agus melayani pembeli lenjongan

Setiap hari Agus menyiapkan dagangannya sejak pukul 02.00 dini ari. Dibantu sang istri, semua jenis makanan lenjongan mereka masak berdua.  

“Ya dari jam 02.00 dini hari. Itu pun beberapa macam sudah disiapkan dari sore hari. Jenisnya ada cenil, sawut, ketan, tiwul, jongkong, gethuk, diberi gula jawa sama juruh (gula jawa cair). Untuk 1 porsi lenjongan harganya cuma Rp5000,” 

Dari masing-masing isi lenjongan tersebut Agus mengungkapkan proses pengolahannya memerlukan waktu lama. 

“Yang ini misale Sawut ini ya, sore sudah dikupas sampai bersih terus malamnya baru diolah. Sebenarnya tidak lama cuma ribet karena ada berbagai jenis, yang paling sulit Cenil karena harus dipisah 3 warna, setelah adonan jadi harus di buletin satu-satu. Jongkong juga harus dipotong kecil-kecil, ini yang butuh waktu,” ungkapnya.

Lenjongan

Dalam sehari dengan berjualan lenjongan di Pasar Tumpah, Agus mengungkapkan sempat mendapat omzet hingga 1 juta rupiah. 

“Ya tergantung pembelinya, kadang ya bisa 600 ribu, 700 ribu, sempat pernah 1 juta. Cuma kemarin pas sepi banget di bawah 500 ribu. Kalau di Pasar Kleco sehari 200 ribuan dapatnya,” jelas Agus. 

Agus menyebut dengan berjualan di Pasar Tumpah Kali Pepe Land ini cukup membantu menambah pendapatannya. 

“Ya harapannya bisa lebih sering Pasar Tumpahnya, tidak hanya hari Minggu saja,” harap Agus. 

Senada dengan Agus, pedagang sekaligus servis kompor gas Wartanto (28 tahun) ikut mendulang untung dengan berjualan di Pasar Tumpah Kali Pepe Land. 

“Ya buat tambahan. Kalau sehari-hari saya buka di rumah. Ini buat buka pasar lebih luas. Per hari kalau di sini minim 200 ribu omzet kotornya,” terang Wartanto.

Wartanto melayani pembeli

Warga Malangjiwan Colomadu ini menjelaskan awalnya bisa bergabung dalam UMKM yang berjualan di Pasar Tumpah Kali Pepe Land. 

“Dapat infonya dari Instagram terus daftar. Gabung pertama mudah kok follow Instagramnya sama share terus daftar gitu aja kalau dulu pertama kan juga dibatasi kalau sekarang sudah dipilihin sama koordinatornya,” paparnya. 

Sementara itu, Manager Area Kali Pepe Land Muhammad Gurda menambahkan Kali Pepe Land awalnya adalah rawa dan sungai yang kemudian di sulap oleh Founder Kali Pepe Land Puspowardoyo menjadi taman wisata. 

“Setiap hari Minggu kita sediakan untuk warga sekitar pelaku UMKM pasar tumpah seperti ini. Tidak kita kenakan biaya apapun hanya bayar parkir saja. UMKM hanya mendaftar nanti di bagian informasi semua di data produknya apa nanti silahkan jualan di hari Minggu,” jelas Gurda.

Saat ini sebanyak 160 UMKM dengan dagangan yang beragam meramaikan Pasar Tumpah Kali Pepe Land di Minggu pagi. 

“Kami masih terbuka untuk UMKM yang ingin bergabung di pasar tumpah. Sistemnya kita rolling, setiap minggu beda-beda pedagangnya. Setiap minggu itu pengunjungnya bisa sampai 1000 orang lebih,” imbuh Gurda. 

Founder Kali Pepe Land Puspowardoyo menambahkan, untuk menghidupkan seni budaya, perekonomian warga sekitar disediakan wadah pasar tumpah setiap hari Minggu. 

“Seperti car free day tapi lebih alami, tanpa ada lalu lalang kendaraan, sepeda selain pejalan kaki. Dengan jembatan ini menghubungkan masyarakat sehingga ekonomi jadi bagus. Kita bisnis ya bisnis tapi harus berguna bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Puspowardoyo.