Harga Stan Mencekik, Pedagang Harapkan Sekaten Kembali Dikelola Keraton

oleh
Sekaten
Pedagang kaki lima (PKL) Sekaten berkumpul di Alun-alun Utara Keraton Surakarta mengeluhkan harga sewa stand dari vendor Diana Ria terlalu tinggi, Senin (29/8/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Permasalahan mahalnya harga sewa stan atau tenda event Sekaten masih bergulir. Pasalnya pesta rakyat yang diadakan oleh Keraton Surakarta tersebut hingga kini masih menuai keluhan dari pedagang kaki lima (PKL). Tingginya harga sewa yang diberikan vendor Diana Ria hingga Rp 12 juta dirasa terlalu memukul para pedagang kecil.

Terlebih event ini akan segera digelar pada tanggal 16 September 2022, namun para pedagang mengaku belum mendapat solusi permasalahan. Salah satunya Mijiono (45) pedagang aksesoris Sekaten ini mengaku terpaksa membayar uang muka dengan mencari hutangan. Sementara untuk modal berjualan ia menjual motor.

“Sebagian besar sudah bayar DP 50 persen ya ketentuannya begitu, kita terpaksa kalau tidak bayar tempatnya dipakai orang lain yang punya modal besar, saya kena Rp 3,5 juta bayar 50 persen dulu nanti ditagih per malam minggu sampai minggu terakhir sebelum 16 September,” beber Mujiono saat dihubungi MettaNEWS lewat telefon, Seni. (29/8/2022).

Meski tak setuju dengan harga yang diberikan Mujiono terpaksa membayar uang muka tersebut lantaran takut kehilangan tempat. Ia pun berharap agar event Sekaten kembali dikelola Keraton Surakarta dan Pemerintah Kota Solo.

“Harapan kami ingin semua kembali saat dikelola keraton kalau tidak punya anggaran kita berharap pemkot mau membantu pedagang kecil biar tradisi Sekaten kembali lagi dan juga biar nggak dipegang vendor yang hanya cari untung, kalau tahun ini nggak bisa ya semoga di tahun depan,“ tegasnya.

Hal senada juga disampaikan pedagang oleh-oleh Sekaten, Iswandi (47). Pihaknya yang bekeinginan untuk maju ke Pemkot bersama para pedagang berharap agar event Sekaten dapat kembali ke tangan Keraton Surakarta.

“Harapan kami ingin semua kembali saat dikelola pihak keraton sendiri karena murah kalau sudah pihak ketiga mainke harga, sebelum pandemi yang mengelola keraton, alasan pihak vendor kan memfasilitasi tenda tapi harga tenda sama lapak begitu

mahal kalau harapannya biar kembali seperti semula jadi istilahnya keraton jual kavlingannya saja tenda kami bawa sendiri,” terangnya.

Ditempat terpisah, Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta, KP Dani Nur Adiningrat menyebut tradisi Sekaten terbagi dalam dua hal, yakni upacara adat dan pasar malem. Saat ditanya mengenai harga sewa tenda yang begitu mahal, pihaknya mengaku tak banyak tahu terkait pelaksanaan pesta rakyat tersebut.

”Untuk pasar malamnya kami pihak ketiga. Kalau upacara adat kami tidak tahu menahu,” katanya singkat.

Terakhir pesta rakyat Sekaten digelar pada 2019 lalu sebelum pandemi Covid-19 melanda. Awalnya Sekaten diadakan di Alun-alun Utara. Namun sejak terjadinya kebakaran Pasar Klewer pada 2015 lalu, Alun-alun utara dialihfungsikan sebagai pasar darurat, sehingga Pesta Rakyat Sekaten ini digelar di Alun-alun Kidul. Hingga 2 tahun berselang atau tepatnya pada tahun ini, event ini akan kembali digelar dalam waktu satu bulan yakni pada 16 September hingga 16 Oktober 2022 di Alun-alun Utara.