SOLO, MettaNEWS – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Solo masih menunggu hasil penyelidikan penyebab dari tim lapor polda Jawa Tengah dan hasil visum tim RSUD Moewardi dalam kejadian kebakaran RSJD dr. Arif Zainudin Solo yang mengakibatkan 2 orang pasien meninggal dunia dan 3 pasien luka-luka pada Jumat (5/8/2022) lalu.
Dalam proses penyelidikan dan pengkajian yang masih berlangsung, pihak Polresta Solo juga telah memeriksa sebanyak 7 saksi dan menyita beberapa barang bukti di tempat perkara.
Kapolresta Solo, Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak mengungkapkan untuk saat ini pihaknya hanya berwenang untuk melakukan penyelidikan tentang ada tiadanya kelalaian dalam insiden tersebut.
“Kita tunggu setelah semua selesai, kita akan tindaklanjuti dengan gelar perkara, penentuan apakah ada dugaan kelalaian dalam insiden yang terjadi,” ungkap Ade saat ditemui Wartawan Jumat (12/8).
Dikatakan oleh Ade saat ini Tim Lapor Polda Jawa Tengah tengah melakukan penelitian dan pengkajian terkait dengan penyebab kebakaran waktu itu.
Kemudian dari tim RSUD Moewardi Solo juga masih mengkaji apa penyebab kematian yang terjadi itu murni dari kebakaran ataupun terdapat faktor lainnya.
7 saksi yang diperiksa itu diantaranya petugas piket yang menjaga Ruangan kejadian, Security dan orang-orang yang berada di pusat krisis RSJD termasuk Direktur RSJD Solo.
Selain itu Ade mengungkapkan pihaknya telah membawa barang bukti seperti berkas komponen yang terbakar, beberapa dokumen, dokumen elektronik yang akan digunakan sebagai kajian.







