SOLO, MettaNEWS – Ini cerita tentang YA (30) salah satu dari dua pasien yang tewas dalam kebakaran di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Solo, Jumat (5/8/2022) dini hari.
Beberapa waktu lalu, YA terjaring operasi Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar saat menggelandang di jalanan. Kemudian dia dikirim ke RSJD untuk diobati.
Tak dinyana, dalam proses penyembuhan YA justru menemui ajal. Jasadnya ditemukan hangus di tengah-tengah puing kebakaran. Tragisnya, kemungkinan besar dia akan dimakamkan tanpa diketahui keluarganya.
“Kasus gelandangan dengan gangguan jiwa itu unik. Dalam banyak kasus, mereka dirazia di satu tempat kemudian ‘dibuang’ di daerah lain. Begitu seterusnya bisa berkali-kali, sehingga sangat sulit dilacak dari mana mereka berasal,” ungkap Titus Lado, pegiat kemanusiaan spesialis menangani orang gila yang menggelandang, beberapa waktu lalu.
Kebakaran di RSJD Solo menimpa bagian atap Ruang Puntadewa yang merupakan ruang UPIP (Unit Pelayanan Intensif Psikiatri). Unit tersebut terbagi menjadi dua ruang isolasi, semuanya tertutup dengan terali besi untuk membatasi gerakan pasien.
“Pasien-pasien di sana diisolasi karena cenderung berperilaku agresif, malahan ada yang harus diikat diranjang, termasuk di antaranya YA dan YR yang menjadi korban,” tutur Joko Mulyono, Kabag Umum RSJD Solo kepada MettaNews.
Ada 9 pasien di masing-masing ruangan, sehingga total semua berjumlah 18 orang. Petugas RSJD berjibaku menyelamatkan mereka, sebuah upaya yang tidak mudah, karena secara mental mereka berbeda dengan orang sehat.
Di tengah-tengah kobaran api yang kian membesar, petugas berhasil menyelamatkan 16 orang, itu pun dua di antaranya mengalami luka bakar. Hingga saat api sudah padam, petugas menemukan dua jenazah dalam kondisi hangus sulit dikenali.








