SOLO, MettaNEWS – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai silaturahmi Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko bersama komunitas penyandang disabilitas yang tergabung dalam Forum Masyarakat Disabilitas Indonesia (Formadina) di Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jumat (23/10/2026).
Kapolresta yang akrab disapa Mbah Con itu tidak sekadar hadir untuk menyerahkan bantuan sosial. Ia juga membaur, menyapa, dan berinteraksi langsung dengan para penyandang disabilitas. Sesekali, guyonan khasnya mengundang gelak tawa sehingga suasana pertemuan terasa cair dan penuh kekeluargaan.
Di tengah obrolan santai tersebut, Condro memanfaatkan kesempatan untuk memperkenalkan diri sebagai Kapolresta Surakarta yang baru sekaligus membangun kedekatan dengan komunitas disabilitas.
Pendekatan sederhana itu menjadi bagian dari upayanya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, termasuk kelompok rentan yang membutuhkan ruang komunikasi dan perhatian setara.
Bagi Mbah Con, silaturahmi bukan hanya tentang bertemu dan memberikan bantuan, melainkan juga mendengarkan aspirasi serta membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.
Ia menegaskan, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.
“Kalau nanti ada informasi sekecil apa pun, tolong kami diberikan informasi. Biar bisa kita antisipasi bersama terkait potensi gangguan kamtibmas di wilayah Kota Surakarta,” ujar AKBP Condro.
Ia juga mengajak anggota Formadina agar tidak ragu berkoordinasi dengan kepolisian apabila menghadapi persoalan maupun mengetahui potensi gangguan keamanan di lingkungan mereka.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka dapat membantu kepolisian mendeteksi persoalan sejak dini sehingga langkah penanganan bisa dilakukan sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas.
Formadina Sambut Hangat Kehadiran Kapolresta
Kehadiran Kapolresta Surakarta tersebut disambut positif oleh Ketua Formadina, Slamet Widodo. Pendiri wadah advokasi dan komunitas penyandang disabilitas di Solo Raya itu mengaku senang karena pimpinan kepolisian setempat bersedia datang dan berinteraksi langsung dengan anggotanya.
Slamet berharap kunjungan tersebut menjadi awal kerja sama yang lebih erat antara Formadina dan Polresta Surakarta, terutama dalam membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi penyandang disabilitas.
“Kami sangat senang karena Bapak Kapolresta mau datang ke sini. Nanti apabila ada permasalahan, saya selaku Ketua Disabilitas Indonesia mohon bantuan kepada Bapak Kapolresta beserta jajarannya,” ungkap Slamet.
Ia menilai perhatian yang diberikan Kapolresta menjadi hal berarti bagi komunitas disabilitas. Menurutnya, hubungan baik yang telah terbangun perlu dilanjutkan melalui komunikasi dan kolaborasi secara berkesinambungan.
Slamet juga menyampaikan apresiasi atas bantuan sosial yang diberikan Polresta Surakarta kepada para anggota Formadina.
“Kami mewakili teman-teman mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya atas bantuan sembako yang telah diberikan kepada kami. Saya berharap semoga kita bisa berkolaborasi dalam menjaga kamtibmas Kota Surakarta,” tambahnya.
Salurkan Sembako dan Santunan
Dalam kegiatan tersebut, AKBP Condro Sasongko turut menyerahkan puluhan paket sembako beserta uang santunan kepada para penyandang disabilitas yang hadir.
Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial Polresta Surakarta terhadap kelompok rentan sekaligus upaya memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
Namun, lebih dari bantuan material, suasana interaksi yang terbangun sepanjang kegiatan menjadi bagian penting dari silaturahmi tersebut. Para anggota Formadina mendapat kesempatan untuk berkomunikasi secara langsung dengan Kapolresta dalam suasana santai dan penuh keakraban.
Pendekatan humanis yang ditunjukkan Mbah Con juga menjadi upaya menghadirkan sosok polisi yang dekat, terbuka, dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Polresta Surakarta menegaskan komitmennya untuk merangkul berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas penyandang disabilitas, dalam mewujudkan Kota Solo yang aman, nyaman, dan inklusif.
Bagi Mbah Con, menjaga keamanan kota bukan semata-mata tugas kepolisian. Dukungan masyarakat, kepedulian terhadap sesama, serta komunikasi yang baik menjadi modal penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi semua warga tanpa terkecuali.








