Jembatan Sadinoe Pringgading Diperbaiki hingga 12 September, Ini Jalan Alternatifnya

oleh
Jembatan Sadinoe
Pembangunan ulang Jembatan Kali Toklo atau Jembatan Sadinoe Jalan Saharjo wilayah Keprabon, Banjarsari, Solo, Rabu (3/8/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Jembatan Kali Toklo atau Jembatan Sadinoe Jalan Saharjo wilayah Keprabon, Banjarsari, Solo, diperbaiki selama 42 hari. Terhitung sejak Selasa (2/8/2022) pengendara yang berasal dari arah utara Jalan Kusumoyudan menuju ke arah barat harus melewati jalur alternatif lain.

Pengendara dapat mengambil jalur alternatif melalui Jalan Arifin menuju Jalan Ronggowarsito. Selain itu untuk kendaraan roda dua bisa melalui Jl Kusumoyudan atau Jl Solor menuju Jl Sugiyopranoto. Sedangkan untuk kendaraan roda empat bisa melalui Jl Kusumoyudan ke Jl Saharjo, kemudian Jl Arifin, Jl Sugiyopranoto, dan Jl Ronggowarsito.

Berdasarkan pantauan MettaNEWS, hari ini jembatan sudah dirobohkan dengan alat berat hingga ke dasar sungai.

Pegawai Staf Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo Arif Kurnia Raharja membeberkan proyek jembatan ini akan rampung pada Senin, (12/9/2022) mendatang.

“Tahun lalu itu ada surat dari warga tepatnya yang punya Toko Sepatu Sadinoe melaporkan jembatannya dalam kondisi sudah buruk, di bawah ada jalur inspeksi baloknya di sisi utara sudah robek,” beber Arif kepada MettaNEWS, Rabu (3/8/2022).

Survei kondisi jembatan dilakukan Tim Pemeliharaan Jenbatan DPUPR pada bulan Juni. Proyek jembatan ini masuk ke anggaran pemeliharaan jembatan dana APBD Kota Solo tahun 2022.

“Dana pemliharaan jembatan tahun ini Rp 780 juta, dianggarakan ke Jembatan Sadinoe sekitar Rp 200 sampai 300 juta, kalau kontarkatornya CV Erma,” jelas Arif.

Pemasangan barrier atau pembatas jalan juga telah dilakukan sejak beberapa waktu untuk memenimalisir kerusakan.

“Koordinasi dengan Dishub setelah ada survei dari Tim Pemeliharaan Jembatan DPUPR dua bulan yang lalu sudah terpasang barrier di sisi utara nggak boleh melintas karena memang kalau dilintasi nanti kondisinya semakin parah,” katanya.

Usai dibangun kembali, jembatan ini memiliki lebar 5 meter dengan panjang bentang 7 meter yang sama dengan bangunan lamanya.

“Pembangunan ulang tidak ada penambahan panjang atau lebar hanya mengganti jembatan eksisting, konstruksi baja komposit gelagar baja,” terang Arif.

Kerusakan jembatan yang berusia 30 tahun ini disebabkan adanya erosi saluran air warga Kali Toklo. Sehingga berdampak ke besi yang akhirnya termalan korosi.

“Kalau bisa robek itu karena erosi akibat saluran warga, besi kalau kena air korosi kemudian kita ganti box culvert beton alasannya karena untuk menghemat waktu konstruksi jadi yang biasanya pengerjaan jembatan sampai 4 bulan minimal, ini hanya 1 bulan,” kata Arif.

Konstruksi jembatan yang semula menggunakan baja komposit diganti dengan baja box culvert. Pihaknya menjamin box  culvert ini memiliki standar yang sama dengan kosntruksi jalan tol.

“Box culvert malah konstruksinya mirip jalan tol kendaraan berat bisa, tapi tronton tidak bisa lewat karena aksesnya sempit lebarnya cuma 5 meter tapi kalau untuk kekuatannya high durability kendaraan berat bisa bahkan truk bisa,” sebutnya.

Penggunaan box culvert dinilai lebih efisien untuk pengerjaan proyek yang hanya berjalan selama satu bulan. Dibagi menjadi beberapa fase, pembongkaran jembatan berlangsung 2 hari. Setelahnya pengerjaan lantai beton akan memakan waktu 1 minggu.

“Fase metode khusus pembongkaran jembatan lama berlangsung hari ini selesai, lantai kerja beton seminggu, menunggu usia lantai beton biar di atasnya bisa tumpuk box culvert itu nanti setelah cukup usia erection (pemasangan) box culvert sudah setel, nanti tinggal mengerjakan pekerjaan pelengkapnya,” jelasnya.

“Wing wall dinding tanah ke samping-samping dan pelat jembatan nanti isinya pakai beton berkulong dan raily jembatan selama 2 minggu, makanya kita cuma 42 hari,” tutupnya.