SOLO, MettaNEWS – ASEAN Paragames (APG) 2022 di Solo menjadi ajang istimewa bagi atlet muda paraangkat berat Indonesia, Eneng Paridah.
Ini kali pertama Eneng bertanding di ajang bergengsi tingkat Asia Tenggara tersebut. Meski demikian, Eneng langsung memberikan kejutannya dengan menyumbangkan 2 mendali Emas pada kelas 41.
Bertanding di Hotel Solo Paragon Senin (1/8/2022), lifter asal Jawa Barat itu telah melibas lawannya yaitu dua atlet Laos, Latsami Sipaseuth dan Dengmany Sibounheuang serta atlet Filipina, Marydol Pamati-an.
“Syukur alhamdulillah saya bisa menyumbangkan 2 mendali emas untuk Indonesia, syukur hasilnya memuaskan, tadi juga merasa takut karena kejuaraan tingkat asia tenggara,tapi tadi saya berdoa sama nenangin pikiran untuk mengatasinya,” ungkapnya usai pertandingan.
“Awalnya latihan dirumah, abis pulang dari Peparnas papua, latihan di sini (Solo). Semoga tahun depan saya dapat mempertahankan prestasi ini,
Prestasi terbaik Eneng sebelumnya adalah juara di kelas 41 kg putri pada ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021. Eneng mencatat angkatan terberat 71 kg untuk mencetak medali emas.
Saat ini cabang para angkat berat Indonesia sudah mengamankan 6 medali yaitu 5 mendali emas dan 1 medali perak.
Pada APG edisi sebelumnya di Malaysia 2017, kontingen Merah Putih menjadi juara umum di cabor tersebut dengan torehan tujuh emas dan empat perak.







