Pedagang Pasar Joglo Minta Akomodasi Saat Relokasi ke TPU Bonoloyo

oleh
Pasar Joglo
Area dalam Pasar Joglo, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo sebelum direlokasi, Rabu (20/7/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Ngudi Rejeki Pasar Joglo, Banjarsari meminta Pemerintah Kota atau Pemkot Solo memberikan akomodasi transportasi saat pindah ke pasar darurat di tempat pemakaman umum atau TPU Bonoloyo Kadipiro, Banjarsari.

Seperti diketahui, Pasar Joglo ini terdampak proyek elevated rail atau rel layang Simpang Joglo. Sehingga mau tidak mau para pedagang harus pindah ke pasar darurat dalam waktu dekat.

Ketua Paguyuban Ngudi Rejeki, Agus Widiyanto mengatakan 113 pedagang Pasar Joglo terbagi menjadi 28 pedagang kios 60 pedagang los dan 25 pedagang oprokan yang nantinya harus sudah mengosongkan Pasar Joglo per tanggal 1 Agustus mendatang.

“Dari dinas pernah rapat sekali rencana tanggal 1 (Agustus) kita harus pindah, tapi di media kok tertulis tanggal 27-28 (Juli) masalahnya tanggal 1 di kita baru disuruh pindah,“ kata Agus kepada MettaNEWS, Rabu (20/7/2022).

Dikatakan Agus, para pedagang bingung akan waktu kemas-kemas. Pasalnya ia hanya menerima informasi terkait pemindahan dilakukan pada awal Agustus. Namun hal berbeda ia temukan di pemberitaan media massa. Sehingga pihaknya berharap bisa bertemu dengan Pemkot atau Disdag untuk memperjelas waktu pindah.

Lebih lanjut, Agus menerangkan Pemkot sudah menyediakan kios berukuran 4 x 2,2 meter dan los berukuran 1,1 x 1,1 meter di pasar darurat TPU Bonoloyo.

“Dari dulu kita rapat dengan dinas intinya untuk pasar sementara kita dipindah di depan Makam Bonoloyo untuk kios mau dikasih ukuran 4×2,2 m los 1,1×1,1 m untuk oprokan nanti akan dibuatkan tempat oprokan,” katanya.

Pihaknya yang telah mengecek kondisi pasar darurat menuturkan pedagang harus menempati pasar darurat terlepas dari kapasitasnya memadai atau tidak.

“Sudah melihat pasar darurat kebetulan rumah saya dekat jadi bisa lihat kondisinya. Mau tidak mau cukup tidak cukup kita harus mau masalahnya sudah dibuatkan pemerintah untuk kita bisa berjualan di sana,” katanya.

Meski begitu pihaknya menyebut lokasi pasar darurat cukup startegis. Berada di ponggir jalan, pihaknya berharap saat pemindahan ada akomodasi atau transportasi dari Pemkot.

“Kita maunya seperti dulu kalau mau pindah dikasih akomodasi dalam arti dari Pemkot bisa memberikan akomodasi mobil untuk pindahan,” tutupnya.