Ubah Citra Negatif, Badan Otorita Borobudur Dukung Rebranding Gunung Kemukus

oleh

SRAGEN, MettaNEWS – Gunung Kemukus yang terletak di Soko, Kebayanan II, Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah menjadi destinasi prioritas nasional di Solo dan sekitarnya. Selain Sangiran yang telah menjadi situs cagar budaya dan diakui UNESCO sejak 1996, potensi Gunung Kemukus untuk dapat dikembangkan sangatlah besar.

Hal ini selaras dengan tugas utama Badan Otorita Borobudur (BOB) dalam hal pengembangan kawasan dan zona koordinatif.

PLT Direktur Utama BOB yang juga Direktur Pemasaran BOB Agus Rochyardi mengatakan hal ini merupakan upaya pengembangan kawasan pariwisata Borobudur. Meski saat ini Gunung Kemukus memiliki citra yang kurang baik, hal menjadi tantangan untuk pihaknya dapat merubahnya menjadi destinasi yang apik.

Seperti diketahui, Gunung Kemukus kerap digunakan sebagai tempat pesugihan dengan ritual seksnya yang membuat masyarakat terlanjur menandang negatif objek wisata yang satu ini. Pun banyaknya peristiwa semacam ini membuat geram masyarakat, keindahan alam yang ada dikhawatirkan tak mampu menjadi daya tarik wisatawan.

Melihat hal ini, pihaknya berkomitmen untuk mengenbangkan Gunung Kemukus menjadi objek wisata yang miliki daya tarik lain bagi wisatawan. Pihaknya ingin Gunung Kemukus dapat menyumbang kunjungan wisatan ke Kabupaten Sragen.

Dikatakannya, komitmen rebranding perlu menjadi koordinasi berbagai pihak baik Pemerintah Kabupaten Sragen, Provinsi Jateng dengan juga melibatkan berbagai Kementerian Terkait termasuk BOB.

Forum Group Discussion ( FGD) yang digagas oleh BOB pun menghadirkan 80 peserta terdiri dari Pemerintah Kabupaten Sragen, Berbagai divisi yang ada di BOB, Masyarakat Gunung Kemukus , Asita , berbagai komunitas dan pelaku wisata lokal, influencer, content cretor dan Genp pada Sabtu-Minggu, 16-17 Juli di Hotel Surya Sukowati, Sragen.

Kepala Dinas Pariwisisata, Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sragen, Yuniarti mengatakan berbagai komitmen rebranding Kemukus melalui berbagai kebijakan dalam pembangunan Gunung Kemukus ke arah wisata religi dan wisata keluarga.

Selain itu, Kabid Pembinaan Kebudayaan Dinas Pendidikan (Disdikbud) Sragen, Johni Adi Ariawan pembangunan fisik akan terus digenjot untuk merubah image Gunung Kemukus.

“Berbagai atraksi dan pembangunan fisik telah dan akan terus dilakukan untuk merubah image Gunung Kemukus. Demikian juga komitmen Disdikbud untuk menyampalkan narasi yang tepat terkait dengan story dan folklore yang ada di Kemukus,” papar Johni.

Hal lain, akademisi dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Ike Janita Dewi mengatakan wajah Gunung Kemukus yang telah terkenal sudah tercemar. Sehingga diperlukan rebranding.

“Gunung Kemukus ini in-famous, bukan hanya terkenal namun tercemar sehingga perlu dilakukan rebranding” kata Ike.

Pihaknya menambahkan, untuk melakukan rebranding maka komitmen kesamaan narasi menjadi sangat penting dalam mengkomunikasikan Kemukus.

Berbagai pembahasan, usulan dan juga diskusi disampaikan dalam 2 sesi. Hal ini menjadi catatan penting bagi pengembangan The New Gunung Kemukus.

Harapannya, rebranding ini menjadi komitmen bersama baik dari segi pemerintah  masyarakat kKomunitas media maupun industri. Semua bersepakat untuk menghadirkan Gunung Kemukus yang lebih baik lagi.