SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota atau Pemkot Solo berencana membongkar Makam Bong Mojo sisi barat untuk digunakan sebagai kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Warga yang menempati area makam sebagai hunian juga telah didata. Untuk setelahnya pihak Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Solo akan melakukan pengukuran luasan tanah.
Taufan Basuki Supardi, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Dan Pertanahan Kota Surakarta (Disperum KPP) Kota Solo mengatakan pengukuran ulang luas tanah ini dimaksudkan agar pembuatan garis batas untuk membentuk dan menandai sebuah objek atau wilayah tertentu (delinasi) jelas.
Dikatakan Taufan, aktivitas pemukiman liar ini bahkan membuat makam-makam yang belum dibongkar Pemkot Solo telah dihilangkan oleh beberapa oknum.
“Bahkan masih terdapat makam yang belum dibongkar dan dihilangkan oleh beberapa oknum. kami lihat dari kemarin, makam masih ada belum dipindahkan,” katanya kepada MettaNEWS di Kantor Kecamatan Jebres, Kamis (14/7/2022).
Belum ada data jumlah makam etnis Tionghoa yang ada di Makam Bong Mojo sisi barat, untuk itu pihaknya akan bekerjasama dengan Persatuan Masyarakat Surakarta (PMS).
“Jumlah makam nanti akan kami konfirmasi dengan PMS lalu pendataan, banyak makam yang sudah diekspanis dibersihkan oleh oknum atau warga, makam kelihatannya sudah nggak aktif,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PMS, Sumartono Hadinoto akan membantu Pemkot dengan sosialisasi dan menjadi fasilitator kepada warga Tionghoa terkait adanya pembongkaran makam.
“Itu saya juga mengikuti, jadi dari Pemkot dinas yang mengelola tanah makam, menghubungi kami dan kami juga ikut membantu, mensosialisasikan kepada masyarakat Tionghoa yang ada di Solo. Kami memberitahukan bahwa makam akan dibongkar,” kata Sumartono, Jumat (15/7/2022).
PMS yang bergerak dibidang pelayanan krematorium dan tanah makam akan membantu proses pemindagan etnis Tiongoa di Bong Mojo
“Akhirnya kami juga memfasilitasi dan juga membantu bagi mereka yang butuh tenaga membongkar,yang dikremasi atau dikubur juga kami ikut membantu,” tambahnya.
Menunggu koordinasi dari Pemkot, pihaknya kembali siap mengenai proses pemindahan makam. Pun hal ini sempat dilakukan di masa kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Wali Kota Solo.
“Untuk itu kami belum dihubungi,tapi kami dari PMS selalu siap, waktu itu yang sisi timur pun saya juga sempat diundang ketika Wali Kotanya masih Pak Jokowi dan Pak Rudi, saya diundang di Loji Gandrung,kita sharing menanyakan apakah kalau dipindahkan bagaimana,” bebernya.
Pihaknya siap menbantu proses pemundagan atau pembongkaran Makam Bong Mojo demi kepentingan bersama.
“Tentunya kami sebagai ahli waris yang kuburan leluhurnya di Mojo memang kepentingannya untuk Pemerintah Kota kami tentunya mendukung sepenuhnya,jadi kalau harus dibongkar dan dipindahkan pun ya akan dilakukan,” katanya.
Berkaca pada pembongkaran Makam Bong Mojo sisi timur, sebelum menghubungi pihak keluarga, pihaknya belum dapat memutuskan tindakan pada makam tersebut.
“Cuma tidak semua akan dibongkar atau dipindahkan karena pengalaman kemarin pun kalau sudah terlalu lama kan sudah menjadi tanah semua, jadi sudah tidak ada sisanya, kalau ada sisanya juga sebagian kecilpun juga lebih pilih dikremasi daripada dikubur ulang,” katanya.
“Kemudian ada yang masih lengkap karena tergantung tanahnya juga dan caranya mengubur karena ada yang sisinya di cor menggunakan semen, itu kalau masih utuh ya dikubur kembali,” tambahnya.
Untuk melakukan pembongkaran makam pihaknya akan menyiapkan tukang gali makam dengan harga jasa yang seragam.
“Yang pasti tukang gali makam,itu disana sudah ada di daerah setempat sudah ada, cuma kami koordinir supaya harganya seragam dan mereka bisa mempertanggung jawabkan,” jelasnya.
Tergantung pihak keluarga, pihaknya akan memberikan pelayanan ke keluarga.
“Kalau tidak dikoordinir kan nanti perorangan perorangan kan nanti kalau tidak selesai atau tidak sesuai target kan susah, jadi kami memang membantu mengkoordinasikan. Setelah bongkar terserah pihak keluarga, mau dikubur atau dikremasi kami bantu karena kami mempunyai pelayanan itu semua,” tukasnya.







