SOLO, MettaNEWS – Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dian Renata mengakui, selama enam tahun terakhir SD Negeri 197 Sriwedari yang tahun ini hanya berhasil mendapatkan satu murid baru, sangat sepi peminat. Langkah melebur dan menggabungkan dengan sekolah lain (regrouping) saat ini menjadi opsi yang tengah dipertimbangkan.
“Memang terus berkurang. Tahun 2020 hanya ada 3 siswa baru, tahun 2021 5 siswa. Sekarang malah hanya satu siswa. Kami masih terus mengkaji penyebab kemerosotan, sebelum memutuskan untuk reprouping atau tindakan lainnya,” ujar Dian kepada MettaNews, Kamis (14/7/2022).
Secara keseluruhan, SD Negeri 197 Sriwedari memiliki total 65 siswa, dengan guru dan tenaga pendidik berjumlah 11 orang.
“Misal kita tutup dan gabungkan dengan sekolah lain, tidak bisa begitu saja. Harus kita cermati, karena di satu wilayah memang tetap harus ada SD sebagai sarana pendidikan,” imbuhnya.
Dian memaparkan, SDN 197 berada di lingkungan kota yang padat dengan perkantoran, hotel dan fasilitas umum. Permukiman tidak terlalu banyak, sehingga ada kemungkinan masalahnya bukan sekolah tersebut tidak dipilih. Tetapi, mungkin memang tidak ada yang memilih.
“Kami akan koordinasi dengan pamong wilayah, mengundang tokoh masyarakat, masalahnya apa toh. Masalahnya bukan hanya pada zonasinya, nanti akan kami cari kami akan melakukan evaluasi,” tutupnya.







