Revitalisasi Lokananta, Ganjar Harapkan Living Museum bukan Museum Gudang Barang Lama  

oleh
oleh
Gubernur Ganjar dan Walikota Gibran melihat koleksi kaset di museum Lokananta, Kamis (14/7/2022) | Metta NEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Jelang revitalisasi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Walikota Solo Gibran Rakabuming meninjau Lokananta, Kamis (14/7/2022). Dengan antusias, Ganjar kagum dengan potensi besar yang selama ini kurang terekspos sehingga tidak diketahui khalayak luas. 

Dibawah pengelolaan Holding Danareksa, konsep revitalisasi Lokananta akan menjadi lebih modern dengan tidak meninggalkan heritage-nya. 

“Kalau Lokananta ini museum ya harus jadi living museum bukan kumpulan benda mati nanti jadi gudang, dan menurut saya ini nanti menjadi Lokananta Reborn,” tegas Ganjar usai paparan konsep Lokananta.

Ganjar juga memberi masukan agar Lokananta Reborn bisa menjadi pusat riset budaya Indonesia atau heritage research. 

“Kita kawal agar heritage nya tetap ada dan tetap bagus. Lokananta bisa kembali menjadi pusat pertumbuhan seni lebih khususnya musik. Karena catatan berikutnya nanti kita mesti menyiapkan lebih banyak event, konser yang rutin dan ini old and new. Musik untuk dari yang muda, inde hingga musik masa lalu,” ujar Ganjar. 

Ganjar mengungkapkan, museum Lokananta nanti mampu mengumpulkan semua literatur yang ada dari para musisi. 

“Setelah launching, setiap ada konser musik di Solo, pengelola museum jangan malu untuk minta secara resmi album dari awal hingga album terakhir. Misalnya nanti Dream Theater main kita minta mereka kirim album dari pertama sampai terakhir disumbangkan. Biar kita punya semuanya,” papar Ganjar.

Ganjar mengaku sangat semangat dengan revitalisasi Lokananta ini. 

“Yang saya harapkan setiap hari ada yang bermain musik di sini ditonton atau ga ditonton. Jadi artinya mereka punya panggung yang bisa kita kelola dan bakat-bakat itu akan muncul, sehingga industri kita akan hidup lagi,” imbuhnya. 

Sementara itu, Direktur Utama Danareksa Ari Surono memaparkan Holding Danareksa mempunyai tugas untuk membesarkan BUMN yang mempunyai potensi tinggi tapi belum mampu berkembang. 

“Tugas kami untuk membesarkan dan mendukung pendanaan. Saat ini ada 21 BUMN yang titip kelola di Holding Danareksa, salah satunya Percetakan Negara Republik Indonesia yang mengelola Lokananta ini. Bagaimana kita bisa merenovasi aset tapi yang utama tetap mempertahankan kebudayaannya dan menjadi ruang kreatif hub,” jelasnya.

Dirut PT Perusahaan Pengelola Aset Persero (PT PPA Persero) Yadi Jaya Ruchandi menambahkan pengembangan Lokananta berdasarkan potensi yang ada.

“Kita kan menjadikan Lokananta ini wadah, membuat ekosistem musik dengan community jadi bener-bener mengembalikan brand Lokananta yang tadinya sebagai pusat musik dan label nasional, serta mengembangkan kembali rekaman musik. Dari brand lokal ini akan kita kembangkan juga identitas kultur dan seni yang ada di lokal,” pungkasnya.