SOLO, MettaNEWS – Rangkaian perhelatan G20 kembali diadakan di Solo. Agenda pertama, Selasa (5/7/2022) para delegasi akan mengikuti welcome dinner di Sasana Andrawina Keraton Surakarta.
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kota Solo mempercayakan jamuan makan malam pembuka acara G20 pada Keraton Surakarta. Bertempat di Sasana Andrawina, jamuan makan malam untuk delegasi G20 akan di langsungkan mulai pukul 17.00 WIB hingga 20.00 WIB.
Menjamu tamu negara delegasi dari anggota G20 tentu tidak mudah. Terlebih untuk memilih menu dengan rasa yang pas dan berkualitas bagi tamu negara.
Pengageng Parentah Keraton Surakarta KGPH Dipokusumo menjelaskan, set menu yang dihidangkan dari appetizers, main course hingga dessert memang ala Eropa namun dimodifikasi dan disesuaikan dengan citarasa masakan kuliner tradisional. Bahkan ada beberapa item menu yang hanya bisa dinikmati setiap 8 tahun sekali.
“Menu yang disajikan urut dari hidangan pembuka hingga penutup adalah ketan biru, kue apem, roti kecik, beras kencur dan kunyit asam, stoop makaroni, bistik galantin, nasi gunung sari lengkap dengan sate pentul dan dendeng age, coklat truffle, prol kopyor dan wedang ronde,” urai Gusti Dipo.
Menu-menu khusus seperti ketan biru, kue apem dan stoop makaroni dimasak sendiri oleh abdi dalem di dapur Gondorasan Keraton Surakarta.
Menurut Gusti Dipo, masing-masing menu yang disajikan tersebut mempunyai makna khusus dan ceritanya sehingga dipilih sebagai hidangan yang disajikan pada tamu negara.
Berikut urutan menu welcome dinner delegasi G20 di Sasana Andrawina beserta maknanya.
Hidangan pembuka
Beras kencur dan Kunyit asam
Ketan Biru : yang terbuat dari beras ketan dikenal sebagai salah satu makanan yang biasa dipakai untuk sesaji. Ketan mempunyai makna lengket atau perekat persaudaraan.
Kue Apem : Kue Apem sangat akrab dengan orang Jawa, karena kue ini tidak hanya dipandang sebagai makanan, tetapi juga sebagai bentuk doa untuk memperoleh pengampunan dan pengayoman.
Roti Kecik : sinergi dengan sejarah adanya pohon sawo kecik di dalam lingkungan keraton
Hidangan utama
Stoop Makaroni : Stoop Makaroni menjadi menu kesukaan Raja Pakubuwono XII. Tidak hanya itu, di lingkungan keraton, putri-putri dalem biasa mengolah dan memasak stoop makaroni. Putri sulung PB XII atau kakak dari raja Hangabehi yakni Gusti Ratu Alit mengolah sendiri untuk disajikan khusus untuk tamu VIP G20.
Bistik Galantin : Bistik Galantin merupakan menu kesukaan raja yang bertahta sekarang atau PB XIII Hangabehi.
Nasi Gunung Sari : Nasi Gunung Sari adalah nasi racikan yang mempunyai beberapa lauk. Lauk yang paling khas adalah Sate Pentul dan Dendeng Age.
Sate Pentul dan Dendeng Age merupakan dua lauk pelengkap yang disajikan setiap 8 tahun sekali saat memperingati adat Adang Tahun Dal. Tradisi ini adalah Raja Keraton Surakarta sendiri yang menanak nasi dengan dandang yang kemudian dibagikan pada abdi dalem dan masyarakat.
Hidangan penutup
Coklat Truffle : Coklat menjadi cemilan wajib semua raja-raja keraton Surakarta dan putra putrinya. Ada mitos yang mengatakan mengemil coklat membuat raja Surakarta panjang usia.
Prol Kopyor : makanan tradisional yang sering disajikan dalam upacara-upacara di Keraton Surakarta
Wedang Ronde : Wedang ronde adalah akulturasi budaya perpaduan antara budaya Jawa dan Tiongkok.
Semua menu tersebut disajikan dengan tatanan tradisional. Selain sajian makanan, Gusti Dipo menyebut welcome dinner delegasi G20 juga akan dihibur dengan korps prajurit keraton, tari Srimpi Gondokusumo dan pentas keroncong oleh Sruti Respati.
“Acara sengaja digelar sore ke malam hari agar para tamu bisa menikmati dua suasana keraton yang berbeda. Setiap meja delegasi akan didampingi oleh cucu-cucu dalem yang akan menjelaskan filosofi menu dan hiburan yang ditampilkan. Akan ada sekitar 7 lagu keroncong baik dalam bahasa Jawa, Indonesia dan bahasa asing, agar mereka juga merasakan lagu-lagu asing dinyanyikan dalam musik keroncong itu akan bagus,” pungkas Gusti Dipo.







