SOLO, MettaNEWS – Wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) semakin merebak di sejumlah wilayah di Indonesia. Hingga menjelang Idul Adha 1443 H penyakit ini terpantau masih ada. Menyikapi hal ini petugas Pasar Kambing Semanggi Solo melakukan antisipasi dengan sejumlah dinas di Solo.
Lurah Pasar Kambing Semanggi, Triyono menyebut dengan cara tersebut pihaknya memastikan kambing yang ada di pasar tersebut aman dari PMK.
“Kalau masalah persiapan Pasar Kambing dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) setiap hari mengadakan pemantauan dan pemeriksaan hewan kambing, itu setiap hari mulai jam 08.30 WIB sampai 10.30-11.00 terus itu untuk mengantisipasi PMK,” ucap Triyono saat ditemui MettaNEWS di kantor Pasar Kambing Semanggi, Senin (13/6/2022).
Pemeriksaan dengan DKPP tersebut merupakan instruksi dari Dinas Perdagangan (Disdag) Solo. Masih buka seperti biasanya, Pasar Semanggi ini tak lepas dari pantauan. Sehingga apabila terdapat kambing yang terkena PMK, pihaknya menyebut Pasar Kambing Semanggi alan ditutup.
“Jam buka tetap seperti biasa, cuma dari DKPP audiensi dengan Pak Sekda itu kalau benar-benar ada yang terpapar [PMK] baru akan dievaluasi untuk penutupannya, tetapi alhamdulillah sampai sekarang semua sehat,” terang Triyono.
Selain itu piihaknya juga melakukan himbauan ke para pedagang agat memperhatikan kesehatan kambing.
“Itu kita cuma mengimbau kalau pedagang membawa dagangan itu yang sehat, tetapi pedagang sendiri sudah sadar kok, soalnya nanti risiko kalau bawa yang sakit di sini ditutup pedagang juga rugi nggak bisa jualan, kebanyakan pedagang di sini sudah menyadari itu,” terang Triyono.
Pasar ini memiliki jam sibuk setiap harinya yakni di waktu pagi hari, di mana para pedagang akan mulai datang dan melakukan aktivitasnya sejak 08.30 hingga sekira pukul 11.00. Usai aktivitas yang ramai di pagi hingga menjelang siang, masih ada beberapa pedagang yang menunggu dagangannya di kios pasar hingga sore hari.
Jelang Idul Adha Triyono menyebut terdapat kemungkinan mengalami peningkatan jumlah dan permintaan kambing untuk kurban. Triyono menyebut sebanyak 130 pedangan kambing di pasar ini mengambil pasokan dari luar Solo.
“Macam-macam, dari Wonogiri, Klaten, Ngawi, Caruban (Kabupaten Madiun), kalau ini dari Dr Aziz itu dinyatakan kambing masih sehat-sehat,” tambahnya.
Belum melakukan pelarangan untuk pedangan tidak mengambil pasokan dari daerah tertentu, disebutkan Triyono berdasarkan informasi DKPP dirinya memperoleh pemberitahuan daerah yang terpapar PMK.
“Dari DKPP itu yang terpapar (PMK) Sleman ke sana, ke barat sana, kemarin informasi dari dinas. Kalau kambing dan domba yang lokalan masih aman,” tutup Triyono.








