Lantik Pejabat Eselon, Gibran Berpesan ASN Tidak Boleh Copy Paste Program  

oleh
oleh
Pelantikan ASN
Pelantikan pejabat ASN eselon II, III dan IV, Jumat (3/6/2022) | dok Humas Pemkot Solo

SOLO, MettaNEWS – Walikota Solo, Gibran Rakabuming, kembali melantik pejabat di lingkungan pemerintah kota Surakarta, Jumat (3/6/2022) bertempat di Bale Tawangarum.

Pada pelantikan yang juga dihadiri oleh Forkopimda melantik 74 ASN yang terdiri dari pejabat eselon II, III, IV.

Usai melantik, Gibran memberikan arahan pada pejabat yang dilantik dan menekankan untuk ASN tidak copy paste program.

“Ya tidak copy paste tapi agak mirip-mirip dan tidak mengikuti dinamika. Dinamika yang saya maksud ya pasca covid ini. Kan strateginya beda nanti,” tegas Gibran usai pelantikan. 

Gibran menyebut perlu inovasi di banyak bidang. Terutama di bagian masalah pendapatan daerah yang harus dikontrol dengan serius. 

“Lurah-lurah, sekretaris lurah banyak yang muda-muda. Soalnya di wilayah yang berhadapan langsung dengan masyarakat,” tandasnya. 

Selain itu, Gibranmenyatakan ingin merubah image bahwa ASN yang ditempatkan di wilayah tidak bisa dipandang sebelah mata, garda terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Sektor wilayah sudah tidak bisa dipandang sebelah mata karena ini merupakan garda terdepan. Jangan sampai ada lagi ada image bahwa orang-orang yang ada di wilayah adalah orang-orang buangan. Justru yang ada di wilayah, itu adalah orang-orang yang terbaik,” tambahnya. 

Gibran juga berpesan kepada Sekretaris Daerah, Inspektur dan Asisten Pemerintah Kota surakarta untuk terus melakukan pengawalan, pengawasan dari awal hingga akhir pelaksanaan kegiatan dan anggaran.

Ia menegaskan untuk menghindari penyusunan anggaran yang tidak proporsional, menghindari kecurangan-kecurangan yang berpotensi merugikan pemerintah daerah.

“Hindari penyusunan anggaran yang tidak proporsional, yang cenderung berpotensi mark-up dan fiktif dalam pertanggungjawaban keuangannya. Hindari penyusunan program-program dinilai tidak berdaya guna dan hanya memiliki daya implikasi minim terhadap daerah,”pungkasnya.