Mulai Hari Ini, Klaten Tutup Sementara 6 Pasar Hewan untuk Cegah Penularan Penyakit Mulut Kuku

oleh
oleh
Pasar Semanggi
Ilustrasi penyemprotan kandang ternak untuk mencegah penularan PMK | MettaNEWS / Adinda Wardani

KLATEN, MettaNEWS – Penyakit Mulut Kudu (PMK) pada ternak, sudah berjangkit di Klaten sejak pertengahan Mei ini. Ditemukan 6 kasus terkonfirmasi dan 63 suspek di 6 kecamatan dan 12 desa. Untuk mencegah penularan lebih luas, mulai Rabu (25/5/2022) hari ini, Pemerintah Kabupaten Klaten menutup sementara 6 pasar ternak di wilayahnya.

Enam pasar ternak itu ada di Prambanan, Jatinom, Wedi, Pedan, Cawas serta Plembon. Seluruhnya ditutup selama 14 hari, mulai hari ini hingga tanggal 7 Juni 2022.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Klaten, Widiyanti dalam rapat koordinasi penaggulangan PMK, Selasa sore melaporkan, sejauh ini wabah PMK belum berakibat kematian ternak. Dia menyebut pada level nasional, PMK berjangkit di 16 provinsi dan 84 kabupaten. Kematian hewan berkisar antara 1-5 persen, namun tingkat kesakitan bisa mencapai 100 persen.

Tanda-tanda klinis hewan yang terserang PMK antara lain demam tinggi, keluar lendir berlebihan dari mulut hingga berbusa, luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, selera makan turun drastis, pincang hingga kuku lepas, susah berdiri, badan gemetar dan napas cepat.

Kasus PMK masuk Klaten, pertama kali terjadi tanggal 11 Mei 2022, menulari 2 ekor sapi di Dukuh Nalan, Desa Tarubasan, Kecamatan Karanganom.

“Cara untuk menanggulangi, dengan mengawasi lalu lintas ternak termasuk di pasar hewan, sosialisasi kepada peternak dan blantik (pedagang hewan), respons cepat penularan kasus, pengobatan ternak di daerah suspek, serta pengamatan menyeluruh di daerah tertular hingga radius 3,5 km,” paparnya.

Bupati Sri Mulyani, di forum yang sama mengungkapkan arahannya, kasus PMK di Klaten berkembang cukup pesat, di mana 99 persen kasus suspek mengarah ke positif terkonfirmasi. Dia minta warga tidak panik, namun perlu mendukung langkah pemerintah melakukan pencegahan dan penanggulangan wabah.

“Kemungkinan penularan terbesar memang terjadi di pasar, maka Pemerintah Kabupaten Klaten mengeluarkan kebijakan menutup sementara pasar hewan di enam titik. Selama penutupan nantinya juga akan dilakukan monitoring oleh dinas terkait,” pungkas Sri Mulyani