60 UMKM Bakal Ramaikan Pasar Takjil Raksasa di Semarang, Ngabuburit Kreatif Siap Digelar

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jawa Tengah akan menggelar kegiatan Ngabuburit Kreatif dan Pasar Takjil di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, pada Senin, 9 Maret 2026.

Kegiatan yang digelar untuk memeriahkan bulan Ramadan tersebut rencananya akan melibatkan sekitar 60 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Ketua Gekrafs Jawa Tengah, Berty Diah Rahmana, mengatakan kegiatan Ngabuburit Kreatif menjadi ruang bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk memasarkan produk mereka sekaligus meramaikan suasana Ramadan di Kota Semarang.

Hal itu disampaikan Berty usai melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, kegiatan Pasar Takjil tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Pasar takjil ini kolaborasi dengan beberapa dinas, juga nanti kita gabungkan dengan program dokter spesialis keliling (Speling),” kata Berty.

Rencananya, pasar takjil akan dibuka pada sore hari hingga menjelang waktu berbuka puasa. Jam operasional dimulai pukul 15.00 WIB hingga sekitar 18.30 WIB.

Selain menghadirkan beragam kuliner khas Ramadan, kegiatan ini juga akan dimeriahkan oleh para konten kreator yang diharapkan dapat membantu mempromosikan produk UMKM sekaligus menarik minat masyarakat untuk datang.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya penguatan sektor ekonomi kreatif di seluruh kabupaten dan kota di wilayahnya.

Ia mendorong agar program-program ekonomi kreatif tidak hanya bersifat kegiatan sesaat, tetapi dirancang secara berkelanjutan agar dapat memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.

Menurut Luthfi, sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar dalam membuka peluang usaha serta menciptakan lapangan kerja baru.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah Hanung Triyono mengatakan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, asosiasi, dan pelaku ekonomi kreatif perlu terus diperkuat untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif di Jawa Tengah.

“Dalam pariwisata pasti ada unsur budaya dan juga ada pelaku usaha, termasuk UMKM yang masuk dalam ekonomi kreatif. Jadi setiap event sebenarnya bisa menggabungkan tiga unsur ini sekaligus,” tuturnya.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah Sarido menambahkan bahwa setiap kabupaten dan kota di Jawa Tengah memiliki potensi ekonomi kreatif yang berbeda-beda.

Karena itu, pengembangan sektor ini diharapkan mampu menonjolkan ciri khas daerah masing-masing, sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal.

Berdasarkan data Kementerian Ekonomi Kreatif, nilai ekspor ekonomi kreatif Jawa Tengah mencapai sekitar Rp53 triliun pada semester I 2025. Capaian tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai penyumbang ekspor ekonomi kreatif terbesar kedua secara nasional.