26.408 Peserta Ikuti Ujian Tertulis Berbasis Komputer di UNS, Dua Diantaranya Peserta Tuna Netra

oleh
oleh
UNS
Rektor UNS Prof. Jamal Wiwoho memantau pelaksanaan UTBK, Selasa (17/5/2022) | dok Humas UNS

SOLO, Metta NEWS – Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Jamal Wiwoho memantau langsung pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di UNS, Selasa (17/5/2022). 

Dalam pantauan yang didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus, Kepala UPT Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS, Prof. Hadiwiyono, Rektor UNS mengunjungi lokasi tes UTBK di Gedung UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dan Fakultas Kedokteran (FK) UNS tidak ditemukan kendala-kendala yang berarti. 

“UTBK 2022 di UNS dilaksanakan di 14 lokasi ujian yang terdiri 49 ruang dengan kapasitas total 980 peserta per sesi. Mulai tahun 2020 semua ujian dilaksanakan di dalam UNS, tidak di luar kampus UNS,” ungkap Rektor Jamal. 

Prof. Jamal menyebut jumlah peserta UTBK di UNS meningkat 18 % (4.023 orang) dari 22.385 pada tahun 2021 menjadi 26.408 pada tahun 2022. Sementara untuk jumlah total sesi UTBK di UNS adalah sebanyak 27 sesi yang terdiri dari 14 sesi pada gelombang I dan 13 sesi pada Gelombang II,” terang Prof Jamal. 

Ujian Tulis Berbasis Komputer di Pusat UTBK UNS dilaksanakan dalam dua gelombang, yaitu Gelombang pertama mulai 17 – 23 Mei 2022 dan Gelombang kedua dilaksanakan 28 Mei – 3 Juni 2022. Pada UTBK Gelombang I yang digelar pada tanggal 17-23 Mei 2022 ini, diikuti oleh 13.682 peserta. 

“Pada hari pertama pelaksanaan UTBK, jumlah peserta yang hadir pada Sesi I adalah sebanyak 926 orang (94,5%). Sementara peserta yang tidak hadir sebanyak 54 orang (5,5%),” terang Prof. Jamal di Ruang Sidang 2 Gedung dr. Prakosa.

Ketidakhadiran peserta ini lanjut Prof Jamal bisa disebabkan beberapa hal salah satunya adalah peserta mengganti pilihan jurusan. 

Dalam UTBK UNS 2022 ini terdapat peserta berkebutuhan khusus  yaitu 2 orang peserta tuna netra yang mengikuti ujian pada sesi 05 (Kamis, 19 Mei 2022 pukul 06.45 – 10.30 WIB) di TIK-Lab. Komputer 1. Peserta berkebutuhan khusus tuna netra akan difasilitasi dengan software khusus, dan pelaksanaannya akan dibantu oleh pendamping.

“Tahun 2021 lalu juga ada peserta tuna netra sebanyak 4 orang. Tahun ini ada 2 peserta yang mengambil jurusan PLB (pendidikan luar biasa),” ujar Prof Jamal. 

Hasil dari pantauan UTBK hari ini, menurut Prof Jamal tidak ditemukan hambatan atau kendala yang signifikan. 

“Temuan di lapangan hanya ketidakhadiran peserta sebanyak 5.5% dan ini sama dengan tahun lalu. Dengan analisis saya penyebab tidak hadir peserta biasanya mendaftar lebih 1 jurusan,” kata Prof Jamal. 

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus menambahkan sebagai salah satu dari 74 Pusat UTBK PTN di Indonesia yang menyelenggarakan Ujian Tulis Berbasis Komputer yang ditetapkan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), UNS mempersiapkan dengan rapi dan teliti hal-hal yang sekiranya bisa menghambat jalannya ujian. 

Prof. Yunus mengatakan setiap ruang ujian disediakan komputer cadangan sebanyak 10% untuk antisipasi bila ada komputer yang rusak. Komputer cadangan sudah dalam posisi online  dan siap digunakan. 

“Seandainya internet mati, data jawaban yang sudah dimasukan otomatis tersimpan, begitu hidup tinggal melanjutkan lagi. Seandainya itu terjadi kita berikan peluang tambahan waktu selama internet mati. Jaminananya adalah kalau internet mati jawaban sudah otomatis tersimpan di kompter,” papar Prof. Yunus. 

Pusat UTBK UNS menerapkan protokol kesehatan bagi peserta yang mengikuti UTBK.  Seluruh peserta harus dalam keadaan sehat dan suhu normal, menerapkan 3M (Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan kerumunan) serta peserta diminta untuk sudah memiliki akun Peduli lindungi. Seluruh lokasi ujian juga  dilengkapi dengan thermogun, handsanitizer dan wastafel. 

“Tata ruang UTBK diatur sedemikian rupa untuk menjaga jarak antar peserta minimal 1,5 meter arah kanan-kiri dan depan-belakang sehingga yang digunakan adalah 50% dari kapasitas ruang,” pungkas Prof. Yunus.