SURABAYA, MettaNEWS – Korban kecelakaan lalu lintas bus pariwisata PO Ardiyansah S 7 322 di jalan tol Surabaya-Mojokerto, bertambah menjadi 15 orang meninggal dunia. Untuk mengusut kasusnya, Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim mendatangkan alat Traffic Analys Accident (TAA) saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Di lokasi kejadian kecelakaan maut merenggut 15 penumpang itu, polisi menghimpun data dan meminta keterangan saksi-saksi. Alat TAA yang dihadirkan biasa dipakai untuk mengungkap penyebab kecelakaan.
“Melalui alat itu (TAA) diharapkan bisa terungkap bagaimana bus bisa melaju ke bahu jalan tol hingga menabrak tiang VMS (Variable Message Sign) di tepi jalan tol,” terang Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Latif Usman, seperti dilansir NTMC Polri, Selasa (17/5/2022).
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto mengatakan, tim TAA Korlantas Mabes Polri akan membantu mekanisme olah TKP yang dilakukan oleh Unit Laka Satlantas Polres Mojokerto Kota dan Ditlantas Polda Jatim.
“Besok pagi akan ada perkuatan olah TKP Tim TAA Korlantas Mabes Polri, InsyaAllah pukul 8-9, akan melakukan olah TKP di Tol Surabaya-Mojokerto KM 712.400,” ujarnya, Senin (16/5/2022) malam.
Sebelumnya, Kecelakaan maut terjadi di Jalan Tol Jombang-Surabaya (Sumo), Km 712-200 Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Senin (16/5/2022).
Sebanyak 15 orang tewas di lokasi, setelah bus menmuat 25 rombongan warga Benowo, Surabaya, menabrak tiang VMS (Variable Message Sign) di pinggir bahu jalan tol sehingga terguling.







