20 Finalis dari 16 Provinsi Siap Adu Bakat di Miss Batik Indonesia 2024 Siap Adu Bakat di Solo

oleh
oleh
Miss Batik Indonesia siap cetak talenta untuk mencetak diplomat batik hingga kancah internasional | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Pemilihan Miss Batik Indonesia (MBI) 2024 untuk pertama kali akan digelar di Solo. Dengan tema Berkarya dan Bersinar Dalam Balutan Batik Indonesia” sebanyak 20 finalis terjaring dari  500 pendaftar yang berasal dari 38 provinsi. 20 finalis dari 16 Provinsi ini akan berkompetisi memperebutkan gelar Miss Batik Indonesia 2024, Sabtu-Minggu (12-13/10/2024) di Ndalem Wuryoningratan Solo.

Empat Srikandi menjadi penggagas lahirnya Miss Batik Sindonesia. Mereka adalah Endang R. Guritno (Founder). Kemudian merangkul tim founder lainnya  Endang Tri K. Sukarso, Lidia S. Hutapea dan Kurnia Asih Rahayu.

Ketua Panitia MBI Endang Tri K. Sukarso mengatakan acara ini menjadi momentum untuk mencetak diplomat batik hingga kancah internasional.

“Kurang dari 5 hari gelaran Miss Batik Indonesia akan berlangsung. Banyaknya pendaftar menunjukkan antusiasme dari warga Indonesia yang masih ingin menjaga dan melestarikan batik,” ungkap Endang pada pers conference di Kampus 2 Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, Senin (7/10/2024).

Endang menyebut Batik menjadi tema utama karena batik merupakan salah satu budaya dari Indonesia yang harus terus dilestarikan.

“Salah satu visi MBI adalah para diplomat perempuan bisa memberikan talenta dengan nilai-nilai budaya. Terlebih UNESCO sudah mencanangkan Batik menjadi warisan budaya Indonesia,” tuturnya.

Antusiasme peserta pada MBI cukup tinggi, dengan 500 pendaftar dari 38 provinsi yang kemudian diseleksi menjadi 20 finalis dari 16 provinsi. Tiga juri yakni Dewi Motik, Nina Akbar Tanjung, dan Enny Agung akan menilai ke 20 finalis tersebut.

Endang menyebut untuk melestarikan batik mesti menggandeng semua stakeholder atau harus secara pentaholic melibatkan pemerintahan, akademisi, pengusaha, media dan masyarakat.

Perwakilan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah (Disporapar Jateng) Dini Mukti mengatakan pihaknya mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui sertifikasi dan pelatihan bagi seniman batik.

“Dari ajang MBI yang menjadi embrio ini kami berharap duta batik tidak hanya menampilkan kecantikan, tetapi juga menunjukkan pemahaman mendalam tentang batik, mulai dari proses produksi hingga pemasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Solo Ana Rosmiati menyampaikan, ISI Surakarta selama ini terus mendukung pelestarian budaya termasuk batik.

“ISI Surakarta mempunyai Program Studi Desain Mode Batik yang sudah dikenal di berbagai festival dan kompetisi hingga tingkat internasional,” imbuhnya.

Hadir pula pada kesempatan tersebut pengusaha batik asal Solo, Gunawan Setyawan yang mendukung dan mengapresiasi MBI. Apalagi Solo yang menjadi pioneernya.

“Semoga dengan ajang ini mampu mengubah mindset masyarakat agar tidak hanya sekadar menjual batik namun juga mencetak seniman batik,” pungkasnya.