100 Hari Kerja Luthfi-Yasin: 38 Program Selesai, Bandara Internasional Kembali Aktif, Layanan Kesehatan Tembus 2,3 Juta Warga

oleh
oleh
Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Adi Soemarmo kembali berstatus bandara Internasional | MettaNEWS / dok Humas Pemprov

SEMARANG, MettaNEWS – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menandai capaian 100 hari kerja mereka dengan hasil yang konkret. Terhitung sejak dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan ini telah mengeksekusi 38 dari 136 program prioritas, sementara 73 program lainnya telah teranggarkan untuk dilaksanakan sepanjang tahun ini.

“Turun ke masyarakat, ketahui akar persoalannya dan segera eksekusi,” tegas Gubernur Ahmad Luthfi soal pendekatan kerja cepat dan tepat yang ia jalankan.

Salah satu capaian mencolok adalah pengembalian status internasional dua bandara utama di Jawa Tengah. Bandara Ahmad Yani Semarang untuk layanan penumpang internasional, serta Bandara Adi Soemarmo Solo untuk keberangkatan haji dan umrah.

Di bidang kesehatan, program andalan berupa Speling atau spesialis keliling menjadi sorotan nasional. Speling mendekatkan layanan dokter spesialis ke desa-desa dan telah menjangkau 2,3 juta warga—jumlah tertinggi secara nasional, bahkan melampaui Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Pendidikan juga mendapat perhatian khusus. Jawa Tengah menjadi provinsi pertama yang membebaskan biaya sekolah di 139 SMA dan SMK swasta, dengan kuota 5.004 siswa. Setiap siswa mendapat subsidi Rp2 juta per tahun dari APBD provinsi,” tutur Gubernur Luthfi.

Inovasi lainnya termasuk program desalinasi air payau menjadi air tawar di Pekalongan, subsidi pangan murah, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta peluncuran Kartu Zilenial untuk anak muda usia 16–30 tahun yang ingin mengembangkan diri di bidang kewirausahaan dan komunitas.

Tak kalah menarik, Pemprov juga menurunkan tarif Trans Jateng sebesar Rp1.000 bagi pelajar, buruh, lansia, dan penyandang disabilitas. Selain itu, koperasi khusus buruh dibentuk untuk menyediakan barang kebutuhan