SOLO, MettaNEWS – Perbaikan terhadap kerusakan jalan paving block area parkir Pasar Legi sampai pada proses pembongkaran dan perbaikan menyeluruh, Kamis (24/3). Melihat pada cuaca yang ekstrem dan padatnya aktivitas lingkungan pasar sebabkan perbaikan perlu dimaksimalkan. Masih dalam masa pemeliharaan, perbaikan disetiap kerusakan yang terjadi di Pasar Legi masih menjadi tanggung jawab Kementrian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Pihak pengelola Pasar Legi, Nur Rahmadi menuturkan, sejak diresmikan pada Januari lalu, Pasar Legi mengalami sejumlah kerusakan salah satunya kerusakan jalan paving block area parkir. Selama enam bulan sejak serah terima dan diresmikan, segala kerusakan Pasar Legi masih menjadi tanggung jawab pihak kontraktor.
“Kerusakan ini terjadi di masa perawatan yang masih menjadi tanggung jawab dari pihak kontraktor sampai dengan bulan Juni. Ini sudah ditangani pihak PUPR mulai dari bangunan gedung A, B, C dan D,” ungkap Nur Rahmadi saat ditemui di Pasar Legi, Kamis (24/3/2022).
Nur menyebut kontruksi bangunan pada Pasar Legi menggunakan paving block untuk memudahkan resapan air, sehingga dengan kontruksi tersebut kerusakan dapat terjadi apabila adanya kendaraan berat masuk. Ia menjelaskan, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Solo sebelumnya telah mengatur muatan kendaraan pengangkut barang. Sehingga Jumlah Berat Bruto (JBB) telah disesuaikan dengan kapasitas.
Kondisi Pasar Legi yang masih bangunan baru, Nur menyebut para pedagang masih perlu beradaptasi dalam memanfaatkan fasilitas yang ada. Mengusung konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH), pihaknya menyebut kontruksi tersebut dibuat untuk memudahkan sirkulasi air.
Selain itu, Pasar Legi memiliki konsep bangunan yang terbuka dengan sirkulasi udara yang banyak. Hal ini berakibat adanya air yang masuk ke area dalam saat hujan deras. Selain itu, air yang masuk melalui tangga sebabkan adanya genangan air di bagian Gedung B block A sisi utara yang merupakan tempat pedagang sayuran. Sehingga untuk saat ini permasalahan ini sudah diatasi melalui sumur sampit yang dibangun disepanjang Pasar Legi. Nur mengatakan, perilaku pedagang juga bisa menjadi pemicu adanya luapan air saat hujan. Hal ini karena adanya ketidak tertiban pedagang dalam membuang sampah yang menyebabkan sumur sampit terganggu alirannya.
“Sumur sampit harus steril dari sampah. Hal ini menjadi pengaruh ketika resapan yang menjadi jalur air terhambat. Baik dari sampah dagangan seperti sayuran maupun yang lainnya. Sehingga sumur sampit ini kinerjanya tidak maksimal. Sementara titik yang paling terdampak yaitu disebelah block A sisi utara. Kalau yang sisi timur tidak begitu terdampak karena posisi jalan lebih kecil untuk masuknya air,”
Dalam hal JBB, kendaraan pengangkut barang sudah dipasang disejumlah plang Pasar Legi. Ditambah sirkulasi transportasi juga telah diatur melalui jembatan timbang. Sehingga kendaraan yang akan masuk maupun keluar dapat diseleksi.
Meskipun JBB dan aturan sirkulasi kendaraan berat sudah diatur pihak Dishub Solo, namun sejumlah kerusakan masih dialami. Sehingga perbaikan akan terus dilakukan selama beberapa waktu kedepan demi kenyamanan bersama.







