Wisuda 491 Sarjana Baru, 49% Cumlaude UNISRI Bekali Lulusan dengan Diklat Pengembangan Kepribadian 

oleh
oleh
Wisuda Unisri
UNISRI wisuda 491 sarjana, Sabtu (23/4/2022) di Auditorium UNISRI | Metta NEWS / Puspita

SOLO, Metta NEWS –  Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta mewisuda 491 sarjana baru. Dari total wisudawan tersebut sebanyak 49% meraih predikat cumlaude. Upacara wisuda bagi 426 lulusan program S1 dan 65 lulusan lulusan program magister berlangsung dalam Sidang Terbuka Senat UNISRI yang dipimpin oleh Rektor Prof Dr Ir Sutardi MAppSc di Auditorium kampus, Sabtu (23/4/2022). 

Hari sebelumnya, seluruh wisudawan tersebut mendapatkan diklat pengembagan kepribadian untuk mengasah soft skill untuk melengkapi ilmu akademik yang sudah didapat selama mereka kuliah. 

Rektor Sutardi menjelaskan diklat pengembangan kepribadian ini sebagai bekal lulusan UNISRI untuk masuk dalam dunia kerja yang sesungguhnya. 

“Secara akademik bekal anda sudah cukup karena sudah dinyatakan lulus dan di wisuda. Yang harus kalian lakukan setelah ini adalah terus mengembangkan diri dan kemampuan untuk menjawab kebutuhan industri 4.0 globalisasi. Sehingga lulusan UNISRI harus siap,” ungkap Rektor Sutardi. 

Prof Sutardi dalam sambutan pelepasan lulusan tersebut mengatakan perjalanan para wisudawan masih sangat panjang berliku dan penuh dengan tantangan global. 

“Globalisasi dan digitalisasi berubah sangat cepat. Saya berharap selepas dari UNISRI anda semua harus siap berkompetisi dengan lulusan dari perguruan lain. Anda harus conviden, harus mempunyai keyakinan, bahwa lulusan UNISRI mampu bersaing di era global, jangan minder, tunjukan kemampuan anda di khalayak,” tegas Prof Sutardi. 

Pada prosesi wisuda tersebut, Prof Sutardi menambahkan lulusan harus mampu menguasai teknologi dan kemampuan bahasa asing yang sangat diperlukan di era ini. 

“Saat ini perlu keseimbangan antara peradaban manusia dan kemajuan teknologi informasi tersebut. Jangan sampai manusia yang disetir atau diperbudak oleh teknologi yang ujungnya teknologi bukan untuk mempermudah tapi malah berdampak buruk pada kehidupan manusia,” pungkasnya.