SOLO, MettaNEWS – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mendorong kepengurusan baru Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Kota Surakarta periode 2026–2030 untuk memperluas gerakan sadar wisata hingga ke tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Astrid saat melantik pengurus DPC MASATA Kota Surakarta periode 2026–2030 di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Surakarta, Kamis (13/8/2026).
Astrid menegaskan, pengembangan pariwisata Kota Surakarta tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan pelaku industri. Masyarakat harus menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pariwisata.
“Target kita adalah menjadikan seluruh masyarakat Kota Solo sadar wisata. Pariwisata harus dihadapi dengan kegembiraan, penuh senyum, dan tidak boleh tegang,” kata Astrid.
Menurutnya, Surakarta memiliki modal besar untuk terus mengembangkan sektor pariwisata. Selain memiliki sejarah dan warisan budaya yang kuat, Kota Solo juga menawarkan pengalaman wisata yang melibatkan berbagai indera.
Astrid bahkan menyebut Surakarta memiliki kekuatan sebagai living museum, karena berbagai jejak sejarah dan budaya masih hidup dan dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Namun, potensi destinasi tersebut harus dibarengi dengan kualitas pelayanan wisata yang baik. Pengalaman wisatawan, kata Astrid, tidak hanya ditentukan oleh destinasi yang dikunjungi, tetapi juga bagaimana mereka mendapatkan pelayanan sejak pertama kali tiba di Kota Surakarta.
“Kalau kita ingin wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik, maka pelayanan harus menjadi bagian dari pariwisata. Wisatawan tidak hanya melihat destinasi, tetapi merasakan bagaimana mereka diterima sejak datang sampai kembali,” ujarnya.
Karena itu, Astrid menilai konektivitas dan pelayanan publik di pintu-pintu kedatangan wisatawan, seperti terminal, stasiun, hingga bandara, menjadi bagian penting dalam membangun citra pariwisata Kota Surakarta.
MASATA Diminta Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Astrid berharap MASATA dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Surakarta dalam memperkuat ekosistem pariwisata.
Menurutnya, organisasi masyarakat sadar wisata memiliki posisi penting untuk menghubungkan pemerintah, pelaku industri, komunitas, dan masyarakat dalam membangun sektor pariwisata secara bersama-sama.
MASATA merupakan wadah bagi pelaku, pemerhati, dan pencinta pariwisata. Organisasi tersebut didirikan pada 4 April 2018 di Bali dengan tujuan mendukung profesionalisme anggota sekaligus membantu pemerintah dalam membina dan memajukan pariwisata nasional.
Di Surakarta, MASATA mulai dibentuk pada 2020. Dalam perkembangannya, organisasi tersebut mendorong keterlibatan masyarakat, termasuk generasi muda, dalam pengembangan pariwisata, sejarah, budaya, pelestarian lingkungan, serta warisan budaya.
Ketua DPC MASATA Kota Surakarta periode 2026–2030 Rizky Wahyu Perdana mengatakan kepengurusan baru akan membawa semangat kolaborasi dan inovasi.
Ia mengajak seluruh pengurus menjadikan MASATA sebagai ruang terbuka untuk melahirkan berbagai gagasan yang dapat memberikan dampak nyata bagi kemajuan pariwisata Kota Surakarta.
“Mari bersama-sama kita perkuat gagasan dan inovasi, karena tanpa gagasan gerakan akan monoton dan tanpa inovasi gerakan tidak memberi dampak. Jadikan MASATA sebagai ruang kolaborasi yang terbuka, aktif, adaptif, serta kritis dalam memberikan masukan membangun demi kemajuan pariwisata Kota Surakarta,” ujar Rizky.
Edukasi Sadar Wisata hingga Libatkan Kreator Muda
Untuk periode 2026–2030, DPC MASATA Kota Surakarta menyiapkan sejumlah agenda. Di antaranya edukasi sadar wisata hingga tingkat kampung, pemberdayaan kreator konten muda, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan pelaku industri pariwisata.
Program tersebut diarahkan untuk memperluas keterlibatan masyarakat sekaligus memperkuat promosi destinasi, sejarah, dan budaya Kota Surakarta melalui pendekatan yang lebih kreatif dan sesuai perkembangan zaman.
Kepengurusan baru MASATA diharapkan tidak berhenti sebagai organisasi yang bergerak di internal, tetapi mampu menjadi motor penggerak kesadaran wisata di tengah masyarakat.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan generasi muda, pariwisata Surakarta diharapkan semakin inovatif, berbudaya, inklusif, sekaligus mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.








