Wawali Astrid Arahkan UMKM Solo Manfaatkan Digitalisasi untuk Tembus Pasar Global

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Solo memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, komunitas, dan platform digital untuk memperluas pasar hingga tingkat global.

Menurut Astrid, digitalisasi tidak seharusnya hanya dilakukan karena mengikuti perkembangan zaman atau tren. Teknologi harus ditempatkan sebagai alat strategis untuk mengembangkan usaha, memperkuat branding, meningkatkan kualitas produk, dan menjangkau konsumen yang lebih luas.

Pesan tersebut disampaikan Astrid saat menjadi narasumber utama dalam seminar “UMKM Surakarta Go Digital: Afiliasi sebagai Strategi Kolaborasi” yang digelar Solo Entrepreneur Community (SOLEC) di Minoa Hotel, Sumber, Banjarsari, Surakarta, Sabtu (26/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Astrid membawakan materi “Kolaborasi Pemerintah, Platform Digital & UMKM untuk Menembus Pasar Global melalui E-Commerce”.

Astrid menekankan pentingnya membangun ekosistem yang mempertemukan peran pemerintah, platform digital, komunitas, dan pelaku UMKM. Masing-masing pihak memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendorong UMKM naik kelas.

“Go digital jangan hanya sekadar ikut tren. Yang paling penting adalah bagaimana teknologi benar-benar menjadi alat untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, dan membuat UMKM kita naik kelas,” kata Astrid.

Ia menjelaskan, pemerintah berperan membuka akses sekaligus menciptakan ruang kolaborasi. Sementara platform digital menyediakan sarana bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen dalam jangkauan yang lebih luas.

Di sisi lain, pelaku UMKM dituntut mampu memanfaatkan berbagai akses tersebut untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi dengan platform digital dan tentu para pelaku UMKM. Bagaimana pemerintah membuka ruang, platform memberikan akses, dan UMKM mampu memanfaatkan peluang tersebut untuk membawa produknya ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Produk Harus Siap Masuk Pasar Global

Astrid mengingatkan, keberhasilan UMKM masuk ke ekosistem digital tidak cukup hanya dengan kemampuan mengunggah dan menjual produk secara daring.

Kesiapan produk menjadi faktor penting, terlebih ketika pelaku usaha mulai membidik pasar yang lebih luas hingga tingkat global.

“Ketika kita bicara pasar global, bukan hanya soal bagaimana menjual produk. Produknya juga harus siap. Kualitas harus dijaga, branding harus kuat, dan pelaku usahanya harus siap memenuhi kebutuhan konsumen,” katanya.

Menurut Astrid, perkembangan perdagangan digital saat ini juga memberikan semakin banyak pilihan strategi pemasaran bagi UMKM. Format video pendek, live shopping, hingga affiliate marketing dapat dimanfaatkan untuk membangun komunikasi dengan konsumen sekaligus memperkenalkan produk.

Penguatan legalitas usaha juga menjadi bagian penting. Salah satunya melalui kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), sehingga UMKM memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mengembangkan bisnis dan memperluas akses pasar.

Digitalisasi UMKM di Solo juga berjalan melalui berbagai program kolaborasi pemerintah dengan mitra strategis. Pada September 2026, Pemkot Surakarta mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi pelaku UMKM, antara lain untuk menggali ide produk, menyusun strategi komunikasi pemasaran, membuat konten promosi, hingga membaca tren pasar.

Kolaborasi #BeliLokal yang melibatkan Pemkot Surakarta, Kementerian Perdagangan, serta Tokopedia dan TikTok Shop juga menjadi salah satu ruang bagi UMKM Solo untuk memperluas pasar.

Dalam program tersebut, lebih dari 200 pelaku usaha dari Solo dan sekitarnya mendapatkan pembekalan mengenai perdagangan digital, termasuk legalisasi usaha, pembuatan konten digital, dan affiliate marketing.

“Saya kira ini yang harus kita dorong bersama. Digitalisasi itu alat, bukan tujuan akhir. Kita ingin teknologi benar-benar digunakan untuk membangun branding, memperkenalkan produk, menjangkau konsumen baru, dan membuka akses pasar,” ujar Astrid.

Komunitas Jadi Penghubung Kolaborasi

Selain pemerintah dan platform digital, Astrid menilai komunitas memiliki posisi penting dalam membangun jejaring antarpelaku UMKM.

Ia berharap keberadaan komunitas seperti SOLEC tidak hanya menjadi ruang pertemuan, tetapi berkembang menjadi wadah yang melahirkan kerja sama konkret, pertukaran pengetahuan, hingga peluang pasar baru.

“UMKM tidak bisa berjalan sendiri. Komunitas menjadi penting untuk membangun jejaring dan kolaborasi. Dari sana bisa muncul pengetahuan baru, kerja sama baru, bahkan akses pasar baru,” katanya.

Sebelumnya, saat mengukuhkan pengurus SOLEC, Astrid juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat branding, meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing UMKM.

Astrid berharap seminar tersebut tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan. Para pelaku usaha diharapkan segera menerapkan strategi digital yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan masing-masing bisnis.

“Jangan sampai ilmu yang didapat hanya berhenti di seminar. Harapannya ada yang dipraktikkan, ada jejaring yang dilanjutkan, dan ada kolaborasi yang kemudian menghasilkan peluang usaha baru,” pungkasnya.